Tafsir AI
QS At-Taubah : 79
AI Online
Ayat Al-Qur'an
اَلَّذِيْنَ يَلْمِزُوْنَ الْمُطَّوِّعِيْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى الصَّدَقٰتِ وَالَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ اِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُوْنَ مِنْهُمْ ۗسَخِرَ اللّٰهُ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menjelaskan perilaku orang-orang munafik yang mencela dan menghina dua kelompok mukmin yang bersedekah: (1) mereka yang bersedekah dengan jumlah besar secara sukarela (seperti Abdurrahman bin Auf), dan (2) mereka yang bersedekah dengan jumlah kecil sesuai kemampuannya (seperti sahabat Anshar yang hanya punya dua gantang kurma). Apapun yang diberikan oleh orang mukmin—banyak atau sedikit—tetap dicela: yang bersedekah banyak dituduh riya, sedangkan yang bersedekah sedikit malah dihina. Allah menegaskan bahwa Dia sendiri yang akan membalas ejekan mereka, dan mereka akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat.
Pelajaran penting dari ayat ini adalah bahwa Allah tidak pernah menerima amal berdasarkan jumlahnya saja, melainkan berdasarkan keikhlasan dan kesungguhan hati. Sedekah sedikit yang ikhlas lebih bernilai di sisi Allah dibanding yang banyak tetapi disertai pamer. Selain itu, ayat ini juga mengingatkan bahwa kebiasaan mencela amal ibadah kaum mukmin merupakan sifat munafik yang sangat berbahaya.
### Pelajaran Utama
- **Mencela amaliyah orang beriman adalah ciri munafik**, baik celaan itu kepada yang bersedekah banyak maupun yang sedikit.
- **Nilai amal bukan pada jumlahnya, tetapi pada ketulusan hati.**
- **Sedekah yang ikhlas meskipun kecil tetap bernilai di sisi Allah.**
- **Allah akan membalas pelaku ejekan dengan balasan yang setimpal.**
- **Dalam konteks tarjih Muhammadiyah**, semangat berinfaq untuk kepentingan dakwah dan umat (termasuk perang seperti Perang Tabuk) merupakan amal yang terpuji, terlebih jika dilakukan dengan ikhlas tanpa pamrih pujian manusia.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**: QS. Al-Tawbah [9]: 79
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag** (digunakan untuk konteks sabab nuzul dan penjelasan tentang ejekan kepada Abdurrahman bin Auf serta sahabat Anshar yang bersedekah dua gantang kurma)
Ayat ini menjelaskan perilaku orang-orang munafik yang mencela dan menghina dua kelompok mukmin yang bersedekah: (1) mereka yang bersedekah dengan jumlah besar secara sukarela (seperti Abdurrahman bin Auf), dan (2) mereka yang bersedekah dengan jumlah kecil sesuai kemampuannya (seperti sahabat Anshar yang hanya punya dua gantang kurma). Apapun yang diberikan oleh orang mukmin—banyak atau sedikit—tetap dicela: yang bersedekah banyak dituduh riya, sedangkan yang bersedekah sedikit malah dihina. Allah menegaskan bahwa Dia sendiri yang akan membalas ejekan mereka, dan mereka akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat.
Pelajaran penting dari ayat ini adalah bahwa Allah tidak pernah menerima amal berdasarkan jumlahnya saja, melainkan berdasarkan keikhlasan dan kesungguhan hati. Sedekah sedikit yang ikhlas lebih bernilai di sisi Allah dibanding yang banyak tetapi disertai pamer. Selain itu, ayat ini juga mengingatkan bahwa kebiasaan mencela amal ibadah kaum mukmin merupakan sifat munafik yang sangat berbahaya.
### Pelajaran Utama
- **Mencela amaliyah orang beriman adalah ciri munafik**, baik celaan itu kepada yang bersedekah banyak maupun yang sedikit.
- **Nilai amal bukan pada jumlahnya, tetapi pada ketulusan hati.**
- **Sedekah yang ikhlas meskipun kecil tetap bernilai di sisi Allah.**
- **Allah akan membalas pelaku ejekan dengan balasan yang setimpal.**
- **Dalam konteks tarjih Muhammadiyah**, semangat berinfaq untuk kepentingan dakwah dan umat (termasuk perang seperti Perang Tabuk) merupakan amal yang terpuji, terlebih jika dilakukan dengan ikhlas tanpa pamrih pujian manusia.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**: QS. Al-Tawbah [9]: 79
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag** (digunakan untuk konteks sabab nuzul dan penjelasan tentang ejekan kepada Abdurrahman bin Auf serta sahabat Anshar yang bersedekah dua gantang kurma)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS At-Taubah ayat 79
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com