Tafsir AI
QS At-Taubah : 69
AI Online
Ayat Al-Qur'an
كَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَانُوْٓا اَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً وَّاَكْثَرَ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۗ فَاسْتَمْتَعُوْا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِيْ خَاضُوْاۗ اُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
(keadaan kamu kaum munafik dan musyrikin) seperti orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Maka mereka telah menikmati bagiannya, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal-hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan peringatan Allah kepada orang-orang munafik dan musyrik pada masa Nabi Muhammad ﷺ. Keadaan mereka disamakan dengan orang-orang kafir pada umat-umat terdahulu yang telah ditimpa azab. Bedanya, orang-orang kafir terdahulu memiliki kekuatan, harta, dan anak-anak yang lebih banyak, namun semua itu tidak menyelamatkan mereka dari kesesatan.
Mereka hanya menikmati kesenangan duniawi yang fana, lalu melakukan perbuatan sia-sia tanpa keimanan. Ketika orang-orang munafik zaman Nabi melakukan hal serupa — menikmati dunia, tenggelam dalam perdebatan batil, dan meremehkan kebenaran — maka mereka pun menempuh jalan yang sama dengan umat terdahulu.
Akibatnya, seluruh amal mereka menjadi sia-sia, baik di dunia maupun di akhirat. Mereka disebut sebagai **orang-orang yang benar-benar rugi**, karena telah menukar kebahagiaan kekal dengan kesenangan sementara.
### Pelajaran Utama
- **Kekuatan, harta, dan keturunan bukan jaminan kebahagiaan.** Umat terdahulu memiliki semuanya, namun tetap tersesat.
- **Nikmah dunia yang dinikmati tanpa iman akan sia-sia.** Kesenangan sementara tidak memiliki nilai di sisi Allah.
- **Perdebatan batil tanpa ilmu hanya membuang waktu.** Terlibat dalam omong kosong yang menjauhkan dari kebenaran adalah ciri orang yang merugi.
- **Sebab utama kerusakan adalah ketidakikhlasan.** Amal kebaikan tanpa keikhlasan hati tidak akan diterima.
- **Jadilah bijak dalam menggunakan kesempatan.** Hidup di zaman Nabi dengan tersedianya banyak faktor kebaikan adalah anugerah, namun jika disia-siakan, kerugiannya lebih besar.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**: QS. At-Taubah/9: 69
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
- **Al-Qur'an** referensi silang: QS. Al-Kahf/18: 103-104
Ayat ini merupakan peringatan Allah kepada orang-orang munafik dan musyrik pada masa Nabi Muhammad ﷺ. Keadaan mereka disamakan dengan orang-orang kafir pada umat-umat terdahulu yang telah ditimpa azab. Bedanya, orang-orang kafir terdahulu memiliki kekuatan, harta, dan anak-anak yang lebih banyak, namun semua itu tidak menyelamatkan mereka dari kesesatan.
Mereka hanya menikmati kesenangan duniawi yang fana, lalu melakukan perbuatan sia-sia tanpa keimanan. Ketika orang-orang munafik zaman Nabi melakukan hal serupa — menikmati dunia, tenggelam dalam perdebatan batil, dan meremehkan kebenaran — maka mereka pun menempuh jalan yang sama dengan umat terdahulu.
Akibatnya, seluruh amal mereka menjadi sia-sia, baik di dunia maupun di akhirat. Mereka disebut sebagai **orang-orang yang benar-benar rugi**, karena telah menukar kebahagiaan kekal dengan kesenangan sementara.
### Pelajaran Utama
- **Kekuatan, harta, dan keturunan bukan jaminan kebahagiaan.** Umat terdahulu memiliki semuanya, namun tetap tersesat.
- **Nikmah dunia yang dinikmati tanpa iman akan sia-sia.** Kesenangan sementara tidak memiliki nilai di sisi Allah.
- **Perdebatan batil tanpa ilmu hanya membuang waktu.** Terlibat dalam omong kosong yang menjauhkan dari kebenaran adalah ciri orang yang merugi.
- **Sebab utama kerusakan adalah ketidakikhlasan.** Amal kebaikan tanpa keikhlasan hati tidak akan diterima.
- **Jadilah bijak dalam menggunakan kesempatan.** Hidup di zaman Nabi dengan tersedianya banyak faktor kebaikan adalah anugerah, namun jika disia-siakan, kerugiannya lebih besar.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**: QS. At-Taubah/9: 69
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
- **Al-Qur'an** referensi silang: QS. Al-Kahf/18: 103-104
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS At-Taubah ayat 69
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com