Tafsir AI
QS Al-Buruj : 5
AI Online
Ayat Al-Qur'an
النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ
yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar,
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Frasa **"an-nāri dzāti al-waqūd"** (النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِ) bermakna **"api yang memiliki bahan bakar"** atau **"api yang diberi kayu bakar"**. Frasa ini terdapat dalam **QS. Al-Buruj: 5** dan merujuk pada kisah **Ashab al-Ukhdud (Penduduk Parit)**.
Berdasarkan Tafsir Kemenag, ayat ini menggambarkan kekejaman orang-orang kafir di Najran (Yaman) yang menggali parit-parit, mengisinya dengan kayu bakar, lalu menyalakannya. Mereka memasukkan orang-orang mukmin (pengikut Nabi Isa yang menolak agama Yahudi para pembesar) ke dalam api yang menyala-nyala itu hanya karena mereka beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa dan Maha Terpuji. Para penzalim duduk di tepi parit menyaksikan siksaan itu dengan santai.
### Pelajaran Utama
- **Kejahatan menentang kebenaran:** Siksaan fisik yang brutal (memasukkan ke api) dilakukan semata-mata karena perbedaan keyakinan, menunjukkan betapa kerasnya hati orang yang menolak kebenaran.
- **Kesabaran adalah kemenangan:** Bagi orang mukmin, siksaan duniawi ini hanyalah cobaan sementara. Keteguhan hati (istiqamah) di tengah derita membawa mereka ke kebahagiaan abadi di sisi Allah.
- **Allah Maha Mengetahui dan Maha Kuasa:** Ayat ini menegaskan bahwa Allah menyaksikan kezaliman para pelaku dan tidak ada yang luput dari perhitungan-Nya, meski mereka merasa berkuasa di dunia.
### Rujukan
- **Al-Quran:** QS. Al-Buruj: 5 (Frasa *an-nāri dzāti al-waqūd*)
- **Terjemahan Indonesia (Kemenag):** "yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar"
- **Tafsir Kemenag:** Penjelasan konteks peristiwa pembakaran pengikut Nabi Isa di Najran (Yaman) oleh para pembesar agama Yahudi.
Frasa **"an-nāri dzāti al-waqūd"** (النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِ) bermakna **"api yang memiliki bahan bakar"** atau **"api yang diberi kayu bakar"**. Frasa ini terdapat dalam **QS. Al-Buruj: 5** dan merujuk pada kisah **Ashab al-Ukhdud (Penduduk Parit)**.
Berdasarkan Tafsir Kemenag, ayat ini menggambarkan kekejaman orang-orang kafir di Najran (Yaman) yang menggali parit-parit, mengisinya dengan kayu bakar, lalu menyalakannya. Mereka memasukkan orang-orang mukmin (pengikut Nabi Isa yang menolak agama Yahudi para pembesar) ke dalam api yang menyala-nyala itu hanya karena mereka beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa dan Maha Terpuji. Para penzalim duduk di tepi parit menyaksikan siksaan itu dengan santai.
### Pelajaran Utama
- **Kejahatan menentang kebenaran:** Siksaan fisik yang brutal (memasukkan ke api) dilakukan semata-mata karena perbedaan keyakinan, menunjukkan betapa kerasnya hati orang yang menolak kebenaran.
- **Kesabaran adalah kemenangan:** Bagi orang mukmin, siksaan duniawi ini hanyalah cobaan sementara. Keteguhan hati (istiqamah) di tengah derita membawa mereka ke kebahagiaan abadi di sisi Allah.
- **Allah Maha Mengetahui dan Maha Kuasa:** Ayat ini menegaskan bahwa Allah menyaksikan kezaliman para pelaku dan tidak ada yang luput dari perhitungan-Nya, meski mereka merasa berkuasa di dunia.
### Rujukan
- **Al-Quran:** QS. Al-Buruj: 5 (Frasa *an-nāri dzāti al-waqūd*)
- **Terjemahan Indonesia (Kemenag):** "yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar"
- **Tafsir Kemenag:** Penjelasan konteks peristiwa pembakaran pengikut Nabi Isa di Najran (Yaman) oleh para pembesar agama Yahudi.
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Buruj ayat 5
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com