Tafsir AI
QS Al-Buruj : 4
AI Online
Ayat Al-Qur'an
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ
Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman),
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan bagian awal dari Surah Al-Buruj (Surah ke-85). Kata **"Ashābul-Ukhdūd"** bermakna "orang-orang yang membuat parit" atau "pemilik parit". Disebutkan dalam tafsir Kemenag bahwa peristiwa ini merujuk kepada para penguasa Najran di Yaman yang menggali parit-parit, kemudian memasukkan para pengikut Nabi Isa ke dalamnya serta membakarnya. Mereka melakukan kekejaman ini karena para pengikut Nabi Isa tersebut beriman kepada Allah, sementara penguasa zalim itu ingin memaksakan kehendak mereka. Akibat perbuatan zalim tersebut, Allah membinasakan mereka. Peristiwa ini juga diabadikan sebagai pelajaran tentang keadilan Allah terhadap orang-orang yang beriman dan ketetapan-Nya terhadap kezaliman.
### Pelajaran Utama
- **Kezaliman akan dibinasakan Allah**: Pelaku kezaliman, sekuat apa pun kedudukannya, tidak akan luput dari siksa Allah.
- **Keimanan adalah ujian**: Beriman kepada Allah bukan berarti terbebas dari cobaan, justru iman seringkali diuji dengan tekanan dan penderitaan.
- **Kesabaran membawa kebahagiaan abadi**: Bagi orang-orang mukmin yang sabar menghadapi ujian, balasannya adalah kebahagiaan yang kekal.
- **Menegakkan akidah memerlukan ketegasan**: Para pengikut Nabi Isa pada peristiwa tersebut tetap teguh beriman meskipun diancam dengan siksaan yang mengerikan.
- **Pelajaran sejarah bagi generasi setelahnya**: Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an agar menjadi peringatan bagi seluruh umat manusia.
### Rujukan
- **Tafsir Kemenag** — digunakan untuk menjelaskan konteks peristiwa Ashābul-Ukhdūd dan pembinasaan penduduk Najran.
- **Terjemahan Al-Qur'an** — digunakan untuk memahami makna ayat.
Ayat ini merupakan bagian awal dari Surah Al-Buruj (Surah ke-85). Kata **"Ashābul-Ukhdūd"** bermakna "orang-orang yang membuat parit" atau "pemilik parit". Disebutkan dalam tafsir Kemenag bahwa peristiwa ini merujuk kepada para penguasa Najran di Yaman yang menggali parit-parit, kemudian memasukkan para pengikut Nabi Isa ke dalamnya serta membakarnya. Mereka melakukan kekejaman ini karena para pengikut Nabi Isa tersebut beriman kepada Allah, sementara penguasa zalim itu ingin memaksakan kehendak mereka. Akibat perbuatan zalim tersebut, Allah membinasakan mereka. Peristiwa ini juga diabadikan sebagai pelajaran tentang keadilan Allah terhadap orang-orang yang beriman dan ketetapan-Nya terhadap kezaliman.
### Pelajaran Utama
- **Kezaliman akan dibinasakan Allah**: Pelaku kezaliman, sekuat apa pun kedudukannya, tidak akan luput dari siksa Allah.
- **Keimanan adalah ujian**: Beriman kepada Allah bukan berarti terbebas dari cobaan, justru iman seringkali diuji dengan tekanan dan penderitaan.
- **Kesabaran membawa kebahagiaan abadi**: Bagi orang-orang mukmin yang sabar menghadapi ujian, balasannya adalah kebahagiaan yang kekal.
- **Menegakkan akidah memerlukan ketegasan**: Para pengikut Nabi Isa pada peristiwa tersebut tetap teguh beriman meskipun diancam dengan siksaan yang mengerikan.
- **Pelajaran sejarah bagi generasi setelahnya**: Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an agar menjadi peringatan bagi seluruh umat manusia.
### Rujukan
- **Tafsir Kemenag** — digunakan untuk menjelaskan konteks peristiwa Ashābul-Ukhdūd dan pembinasaan penduduk Najran.
- **Terjemahan Al-Qur'an** — digunakan untuk memahami makna ayat.
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Buruj ayat 4
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com