Tafsir AI
QS Al-Mutaffifin : 36
AI Online
Ayat Al-Qur'an
ูููู ุซููููุจู ุงูููููููุงุฑู ู
ูุง ููุงููููุง ููููุนููููููู เฃ
Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?
๐ค
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan penutup Surah Al-Mutaffifฤซn yang menyiarkan pertanyaan retoris penuh ancaman: *"Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?"*
Menurut Tafsir Kemenag, ayat ini menegaskan keyakinan bahwa orang-orang kafir **tidak dizalimi**, melainkan mereka hanya **menerima balasan setimpal** atas perbuatan jahat yang selama ini mereka kerjakan di dunia. Prinsip keadilan Allah SWT sangat jelas: balasan itu diambil dari **jenis perbuatan itu sendiri** โ yang baik dibalas dengan kebaikan, dan yang buruk dibalas dengan hukuman yang setimpal.
Pertanyaan dalam ayat ini bukan untuk dijawab dengan kata "ya" atau "tidak", melainkan sebagai **gertakan keras** yang menyadarkan bahwa tidak ada seorang pun yang dirugikan dalam sistem keadilan Allah. Setiap amal, sekecil apa pun, akan mendapatkan balasannya.
### Pelajaran Utama
- **Keadilan Allah sempurna**: Tidak ada makhluk yang dizalimi oleh Allah; setiap balasan sesuai dengan amal perbuatannya.
- **Prinsip qisฤs (setimpal) dalam hukum Allah**: Balasan bersifat proporsional dengan jenis perbuatan โ kebaikan mendapat kebaikan, kejahatan mendapat hukuman.
- **Pengingat bagi manusia**: Amal kecil maupun besar pasti tercatat dan akan dibalas, sehingga semestinya manusia senantiasa menjaga amal dan akhlaknya.
- **Tidak ada yang lolos dari pertanggungjawaban**: Ancaman ini membuat siapa pun yang berakal tidak boleh lengah dalam menjalani hidup.
### Rujukan
- Al-Qur'an, Surah Al-Mutaffifฤซn (83): 36
- Terjemahan Indonesia
- Tafsir Kemenag (Kementerian Agama RI)
Ayat ini merupakan penutup Surah Al-Mutaffifฤซn yang menyiarkan pertanyaan retoris penuh ancaman: *"Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?"*
Menurut Tafsir Kemenag, ayat ini menegaskan keyakinan bahwa orang-orang kafir **tidak dizalimi**, melainkan mereka hanya **menerima balasan setimpal** atas perbuatan jahat yang selama ini mereka kerjakan di dunia. Prinsip keadilan Allah SWT sangat jelas: balasan itu diambil dari **jenis perbuatan itu sendiri** โ yang baik dibalas dengan kebaikan, dan yang buruk dibalas dengan hukuman yang setimpal.
Pertanyaan dalam ayat ini bukan untuk dijawab dengan kata "ya" atau "tidak", melainkan sebagai **gertakan keras** yang menyadarkan bahwa tidak ada seorang pun yang dirugikan dalam sistem keadilan Allah. Setiap amal, sekecil apa pun, akan mendapatkan balasannya.
### Pelajaran Utama
- **Keadilan Allah sempurna**: Tidak ada makhluk yang dizalimi oleh Allah; setiap balasan sesuai dengan amal perbuatannya.
- **Prinsip qisฤs (setimpal) dalam hukum Allah**: Balasan bersifat proporsional dengan jenis perbuatan โ kebaikan mendapat kebaikan, kejahatan mendapat hukuman.
- **Pengingat bagi manusia**: Amal kecil maupun besar pasti tercatat dan akan dibalas, sehingga semestinya manusia senantiasa menjaga amal dan akhlaknya.
- **Tidak ada yang lolos dari pertanggungjawaban**: Ancaman ini membuat siapa pun yang berakal tidak boleh lengah dalam menjalani hidup.
### Rujukan
- Al-Qur'an, Surah Al-Mutaffifฤซn (83): 36
- Terjemahan Indonesia
- Tafsir Kemenag (Kementerian Agama RI)
๐ Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Mutaffifin ayat 36
๐ Al-Qur'an
๐ Tafsir Kemenag
๐ค Kecerdasan Artifisial
๐ Kitabmu.com