Tafsir AI
QS Al-Mutaffifin : 2
AI Online
Ayat Al-Qur'an
الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ
(Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan,
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan bagian dari rangkaian gambaran tentang perilaku orang-orang yang akan mendapatkan balasan buruk di akhirat. Mereka digambarkan sebagai orang yang apabila membeli (menerima takaran dari orang lain), mereka **menuntut agar takarannya dipenuhi secara sempurna**—tidak mau dirugikan sedikit pun. Namun sebaliknya, ketika mereka menjual kepada orang lain, mereka **mengurangi timbangan atau takaran** demi keuntungan diri sendiri.
Ini adalah sifat **tamak dan curang**: ingin mendapat hak penuh, tetapi enggan memberi hak orang lain secara utuh. Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa kebiasaan ini bisa berupa mengurangi ukuran, timbangan, kualitas barang, maupun bentuk pengurangan hak lain yang sangat relevan dengan praktik masa kini—seperti mengurangi isi tabung gas, literan bensin, ukuran kain, hingga korupsi yang mengurangi hak masyarakat.
### Pelajaran Utama
- **Adil dalam dua arah**: Sikap benar bukan hanya ketika kita sebagai pembeli, tetapi juga saat kita sebagai penjual. Islam menuntut keseimbangan dalam memberi dan menerima hak.
- **Menghindari kecurangan dalam muamalah**: Mengurangi takaran, timbangan, atau kualitas barang termasuk kategori memakan harta orang lain secara batil, yang jelas diharamkan.
- **Relevansi dengan masalah kontemporer**: Praktik korupsi, pengurangan kualitas material, dan penipuan dalam bentuk apa pun termasuk dalam kategori yang dikritik ayat ini.
- **Tanggung jawab sosial**: Seorang muslim tidak hanya menjaga ibadah ritual, tetapi juga perilaku ekonominya agar tidak menjadi sumber kerugian bagi sesama.
### Rujukan
- **Al-Quran**: QS. Al-Muthaffifin/83: 2
- **Terjemahan Indonesia** (Kementerian Agama RI)
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
- **Ayat pendukung yang dirujuk dalam Tafsir Kemenag**:
- QS. Al-Baqarah/2: 188 (larangan memakan harta dengan jalan batil)
- QS. Al-Isra'/17: 35 (perintah menyempurnakan takaran dan timbangan)
Ayat ini merupakan bagian dari rangkaian gambaran tentang perilaku orang-orang yang akan mendapatkan balasan buruk di akhirat. Mereka digambarkan sebagai orang yang apabila membeli (menerima takaran dari orang lain), mereka **menuntut agar takarannya dipenuhi secara sempurna**—tidak mau dirugikan sedikit pun. Namun sebaliknya, ketika mereka menjual kepada orang lain, mereka **mengurangi timbangan atau takaran** demi keuntungan diri sendiri.
Ini adalah sifat **tamak dan curang**: ingin mendapat hak penuh, tetapi enggan memberi hak orang lain secara utuh. Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa kebiasaan ini bisa berupa mengurangi ukuran, timbangan, kualitas barang, maupun bentuk pengurangan hak lain yang sangat relevan dengan praktik masa kini—seperti mengurangi isi tabung gas, literan bensin, ukuran kain, hingga korupsi yang mengurangi hak masyarakat.
### Pelajaran Utama
- **Adil dalam dua arah**: Sikap benar bukan hanya ketika kita sebagai pembeli, tetapi juga saat kita sebagai penjual. Islam menuntut keseimbangan dalam memberi dan menerima hak.
- **Menghindari kecurangan dalam muamalah**: Mengurangi takaran, timbangan, atau kualitas barang termasuk kategori memakan harta orang lain secara batil, yang jelas diharamkan.
- **Relevansi dengan masalah kontemporer**: Praktik korupsi, pengurangan kualitas material, dan penipuan dalam bentuk apa pun termasuk dalam kategori yang dikritik ayat ini.
- **Tanggung jawab sosial**: Seorang muslim tidak hanya menjaga ibadah ritual, tetapi juga perilaku ekonominya agar tidak menjadi sumber kerugian bagi sesama.
### Rujukan
- **Al-Quran**: QS. Al-Muthaffifin/83: 2
- **Terjemahan Indonesia** (Kementerian Agama RI)
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
- **Ayat pendukung yang dirujuk dalam Tafsir Kemenag**:
- QS. Al-Baqarah/2: 188 (larangan memakan harta dengan jalan batil)
- QS. Al-Isra'/17: 35 (perintah menyempurnakan takaran dan timbangan)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Mutaffifin ayat 2
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com