Tafsir AI
QS 'Abasa : 14
AI Online
Ayat Al-Qur'an
Ω
ΩΩΨ±ΩΩΩΩΩΨΉΩΨ©Ω Ω
ΩΩΨ·ΩΩΩΩΨ±ΩΨ©Ω Ϋ’ Ϋ
yang ditinggikan (dan) disucikan,
π€
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan bagian dari surat **Abasa (80) ayat 14**, yang menggambarkan sifat mushaf Al-Qur'an. Secara singkat, frasa **"Ω ΩΩΨ±ΩΩΩΩΩΨΉΩΨ©Ω Ω ΩΩΨ·ΩΩΩΩΨ±ΩΨ©Ω"** bermakna:
- **MArfu'ah (Ψ±ΩΩΩΩΩΨΉΩΨ© / tinggi):** Al-Qur'an memiliki kedudukan yang tinggi, mulia, dan diagungkan. Ia bukan kitab biasa, melainkan kitab yang dimuliakan oleh Allah.
- **Muthahharah (Ω ΩΨ·ΩΩΩΩΨ±ΩΨ© / disucikan):** Al-Qur'an suci dari segala bentuk tambahan, pengurangan, dan campur tangan setan. Ia terjaga kemurniannya sebagaimana janji Allah dalam QS. Al-Hijr (15) ayat 9 bahwa Allah sendiri yang menjaganya.
Menurut Tafsir Kemenag, penyucian ini juga merujuk pada proses penurunan Al-Qur'an yang disampaikan oleh **malaikat-malaikat yang tidak pernah durhaka kepada Allah** (QS. At-Tahrim/66: 6), sehingga ia bebas dari pengaruh setan yang biasanya berusaha mendengar pembicaraan langit. Inilah salah satu keistimewaan Al-Qur'an dibanding kitab-kitab sebelumnya.
### Pelajaran Utama
- **Kemuliaan Al-Qur'an:** Al-Qur'an memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah; ia bukan bacaan biasa, melainkan petunjuk yang diagungkan.
- **Kesucian Al-Qur'an:** Al-Qur'an terjaga kemurniannya dari campur tangan setan, baik dalam proses penurunan maupun penjagaannya sepanjang zaman.
- **Peran malaikat yang suci:** Penurunan Al-Qur'an melalui perantaraan malaikat yang taat menjadi jaminan bahwa isinya murni wahyu Allah.
- **Iman kepada kemurnian kitab:** Umat Islam meyakini bahwa Al-Qur'an yang ada saat ini adalah benar-benar firman Allah tanpa tambahan atau pengurangan.
### Rujukan
- Al-Qur'an, QS. Abasa (80): 14
- Terjemahan Indonesia
- Tafsir Kemenag (sumber tersedia pada konteks)
- Rujukan silang: QS. Al-Hijr (15): 9 dan QS. At-Tahrim (66): 6, sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Kemenag pada konteks ini.
Ayat ini merupakan bagian dari surat **Abasa (80) ayat 14**, yang menggambarkan sifat mushaf Al-Qur'an. Secara singkat, frasa **"Ω ΩΩΨ±ΩΩΩΩΩΨΉΩΨ©Ω Ω ΩΩΨ·ΩΩΩΩΨ±ΩΨ©Ω"** bermakna:
- **MArfu'ah (Ψ±ΩΩΩΩΩΨΉΩΨ© / tinggi):** Al-Qur'an memiliki kedudukan yang tinggi, mulia, dan diagungkan. Ia bukan kitab biasa, melainkan kitab yang dimuliakan oleh Allah.
- **Muthahharah (Ω ΩΨ·ΩΩΩΩΨ±ΩΨ© / disucikan):** Al-Qur'an suci dari segala bentuk tambahan, pengurangan, dan campur tangan setan. Ia terjaga kemurniannya sebagaimana janji Allah dalam QS. Al-Hijr (15) ayat 9 bahwa Allah sendiri yang menjaganya.
Menurut Tafsir Kemenag, penyucian ini juga merujuk pada proses penurunan Al-Qur'an yang disampaikan oleh **malaikat-malaikat yang tidak pernah durhaka kepada Allah** (QS. At-Tahrim/66: 6), sehingga ia bebas dari pengaruh setan yang biasanya berusaha mendengar pembicaraan langit. Inilah salah satu keistimewaan Al-Qur'an dibanding kitab-kitab sebelumnya.
### Pelajaran Utama
- **Kemuliaan Al-Qur'an:** Al-Qur'an memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah; ia bukan bacaan biasa, melainkan petunjuk yang diagungkan.
- **Kesucian Al-Qur'an:** Al-Qur'an terjaga kemurniannya dari campur tangan setan, baik dalam proses penurunan maupun penjagaannya sepanjang zaman.
- **Peran malaikat yang suci:** Penurunan Al-Qur'an melalui perantaraan malaikat yang taat menjadi jaminan bahwa isinya murni wahyu Allah.
- **Iman kepada kemurnian kitab:** Umat Islam meyakini bahwa Al-Qur'an yang ada saat ini adalah benar-benar firman Allah tanpa tambahan atau pengurangan.
### Rujukan
- Al-Qur'an, QS. Abasa (80): 14
- Terjemahan Indonesia
- Tafsir Kemenag (sumber tersedia pada konteks)
- Rujukan silang: QS. Al-Hijr (15): 9 dan QS. At-Tahrim (66): 6, sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Kemenag pada konteks ini.
π Referensi
Quran Server Kitabmu
QS 'Abasa ayat 14
π Al-Qur'an
π Tafsir Kemenag
π€ Kecerdasan Artifisial
π Kitabmu.com