Tafsir AI

QS Al-Muddassir : 6

AI Online
Ayat Al-Qur'an
ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΩ…Ω’Ω†ΩΩ†Ω’ ΨͺΩŽΨ³Ω’ΨͺΩŽΩƒΩ’Ψ«ΩΨ±ΩΫ–

dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

πŸ€–

Kitabmu AI

Tafsir AI
### Penjelasan

Ayat ini merupakan bagian dari surah Al-Muddassir (ayat 6) dan berisi larangan kepada Nabi Muhammad ο·Ί untuk **memberikan sesuatu dengan pamrih ingin memperoleh balasan yang lebih banyak**. Maksudnya, ketika beliau menyampaikan dakwah, ilmu, dan risalah kepada manusia, beliau dilarang menjadikan amal kebaikan tersebut sebagai alat untuk mencari keuntungan atau "bisnis" duniawi.

Larangan ini bahkan lebih tegas ditujukan kepada seorang Nabi, yaitu **tidak mengharapkan imbalan apa pun** dari tugas kerasulannya. Hal ini menjaga kemuliaan dan keluhuran martabat kenabian itu sendiri. Dakwah adalah misi suci yang lahir dari ketulusan hati, bukan transaksi komersial.

### Pelajaran Utama

- **Ikhlas dalam berdakwah dan beramal.** Setiap kebaikan hendaknya diniatkan karena Allah, bukan untuk mencari pujian, balasan materi, atau keuntungan duniawi.
- **Jangan jadikan kebaikan sebagai "transaksi".** Memberi, mengaji, mengajarkan ilmu, atau mengajak kepada kebaikan tidak boleh disertai hitung-hitungan untung rugi.
- **Menjaga kemuliaan misi dakwah.** Dakwah adalah amanah ilahiyah, bukan ladang bisnis. Memeliharanya berarti menjaganya dari noda pamrih dunia.
- **Tuntutan lebih tinggi bagi para pemimpin dan dai.** Semakin tinggi tanggung jawab seseorang di jalan Allah, semakin kuat pula tuntutan keikhlasannya.

### Rujukan

- **Al-Qur'an**, QS. Al-Muddassir [74]: 6
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag** (Kemenag RI)
πŸ“š Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Muddassir ayat 6
πŸ“– Al-Qur'an πŸ“š Tafsir Kemenag πŸ€– Kecerdasan Artifisial πŸ•Œ Kitabmu.com