Tafsir AI
QS Al-Muddassir : 20
AI Online
Ayat Al-Qur'an
Ψ«ΩΩ
ΩΩ ΩΩΨͺΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ―ΩΩΨ±ΩΫ
Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
π€
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan pengulangan kutukan Allah kepada al-Walid bin al-Mughirah, seorang pemuka Quraisy yang menolak Al-Qur'an. Kata **"ΩΩΨͺΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ―ΩΩΨ±Ω"** (celakalah dia, bagaimana dia menetapkan) diulang untuk menegaskan betapa kerasnya celaan Allah terhadap cara berpikir dan sikapnya.
Al-Walid menetapkan suatu keputusan dengan sangat mudah: beliau Muhammad saw. adalah tukang sihir dan Al-Qur'an adalah sihir belaka. Penetapan ini bukan berdasarkan ilmu, bukti, atau pemikiran yang jernih, melainkan karena kedengkian, kebanggaan, dan ketakutannya kehilangan pengaruh di kalangan kaumnya. Padahal, Al-Qur'an adalah firman Allah yang penuh kemuliaan.
Pengulangan kata dalam Al-Qur'an adalah salah satu gaya bahasa Arab (_balaghah_) yang berfungsi untuk menambah kekuatan makna dan penekanan. Ini menunjukkan betapa seriusnya kesalahan al-Walid.
### Pelajaran Utama
- **Menolak kebenaran bukan dengan dalil, melainkan karena fanatisme.** Al-Walid tidak menelaah Al-Qur'an dengan pikiran jernih, melainkan langsung melabelinya sebagai sihir karena ia terancam oleh ajarannya.
- **Allah berulang kali mengingatkan umat manusia tentang bahaya menetapkan hukum atau menilai sesuatu tanpa ilmu.** Ini termasuk peringatan bagi siapa saja yang memutlakkan pendapat pribadinya tanpa landasan.
- **Kerasnya celaan Allah terhadap mereka yang sengaja memutarbalikkan kebenaran**, meskipun celaan ini khusus bagi al-Walid, ini menjadi pelajaran bagi siapa saja yang sengaja menolak petunjuk Allah.
- **Gaya bahasa Al-Qur'an sangat indah dan penuh hikmah**, termasuk dalam penggunaan pengulangan untuk menambah kesan mendalam di hati pendengarnya.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**, Surah Al-Muddatstsir [74]: 19
- **Tafsir Kemenag** (penjelasan tentang kutukan kepada al-Walid karena menetapkan tuduhan sihir tanpa dasar)
> Catatan: Tafsir Al-Manar, Tarjih Muhammadiyah, dan Ibnu Taimiyah tidak tersedia dalam konteks, sehingga tidak dijadikan rujukan.
Ayat ini merupakan pengulangan kutukan Allah kepada al-Walid bin al-Mughirah, seorang pemuka Quraisy yang menolak Al-Qur'an. Kata **"ΩΩΨͺΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ―ΩΩΨ±Ω"** (celakalah dia, bagaimana dia menetapkan) diulang untuk menegaskan betapa kerasnya celaan Allah terhadap cara berpikir dan sikapnya.
Al-Walid menetapkan suatu keputusan dengan sangat mudah: beliau Muhammad saw. adalah tukang sihir dan Al-Qur'an adalah sihir belaka. Penetapan ini bukan berdasarkan ilmu, bukti, atau pemikiran yang jernih, melainkan karena kedengkian, kebanggaan, dan ketakutannya kehilangan pengaruh di kalangan kaumnya. Padahal, Al-Qur'an adalah firman Allah yang penuh kemuliaan.
Pengulangan kata dalam Al-Qur'an adalah salah satu gaya bahasa Arab (_balaghah_) yang berfungsi untuk menambah kekuatan makna dan penekanan. Ini menunjukkan betapa seriusnya kesalahan al-Walid.
### Pelajaran Utama
- **Menolak kebenaran bukan dengan dalil, melainkan karena fanatisme.** Al-Walid tidak menelaah Al-Qur'an dengan pikiran jernih, melainkan langsung melabelinya sebagai sihir karena ia terancam oleh ajarannya.
- **Allah berulang kali mengingatkan umat manusia tentang bahaya menetapkan hukum atau menilai sesuatu tanpa ilmu.** Ini termasuk peringatan bagi siapa saja yang memutlakkan pendapat pribadinya tanpa landasan.
- **Kerasnya celaan Allah terhadap mereka yang sengaja memutarbalikkan kebenaran**, meskipun celaan ini khusus bagi al-Walid, ini menjadi pelajaran bagi siapa saja yang sengaja menolak petunjuk Allah.
- **Gaya bahasa Al-Qur'an sangat indah dan penuh hikmah**, termasuk dalam penggunaan pengulangan untuk menambah kesan mendalam di hati pendengarnya.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**, Surah Al-Muddatstsir [74]: 19
- **Tafsir Kemenag** (penjelasan tentang kutukan kepada al-Walid karena menetapkan tuduhan sihir tanpa dasar)
> Catatan: Tafsir Al-Manar, Tarjih Muhammadiyah, dan Ibnu Taimiyah tidak tersedia dalam konteks, sehingga tidak dijadikan rujukan.
π Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Muddassir ayat 20
π Al-Qur'an
π Tafsir Kemenag
π€ Kecerdasan Artifisial
π Kitabmu.com