Tafsir AI
QS Al-Ma'arij : 3
AI Online
Ayat Al-Qur'an
Ω
ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ°ΩΩ Ψ°ΩΩ Ψ§ΩΩΩ
ΩΨΉΩΨ§Ψ±ΩΨ¬ΩΫ
(Azab) dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik.
π€
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan bagian dari Surah Al-Ma'arij, di mana Allah ο·» menegaskan bahwa azab yang dijanjikan kepada orang-orang yang mendustakan hari kiamat datang dari Allah *DzΔ« al-Ma'Δrij*, yaitu Allah yang memiliki tempat-tempat naik (derajat kemuliaan yang tinggi). Maksudnya, azab itu turun dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahasempurna, berdasarkan kehendak dan keputusan-Nya semata, tanpa ada makhluk yang dapat meminta atau menolaknya.
Menurut Tafsir Kemenag, penyebutan sifat ini merupakan sindiran halus bagi orang-orang musyrik yang menganggap bahwa berhala atau makhluk tertentu dapat menjadi perantara untuk menolak azab atau mengabulkan keinginan mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh an-Nadhr bin al-HΔrits. Seakan-akan mereka tidak menyadari kemuliaan dan kebesaran Allah, sehingga berani meminta kepada selain-Nya.
### Pelajaran Utama
- **Kemuliaan Allah sempurna dan tak tertandingi**: Allah *DzΔ« al-Ma'Δrij* memiliki ketinggian derajat yang tidak dapat dicapai oleh makhluk mana pun.
- **Tidak ada yang dapat menolak azab Allah**: Jika Allah telah memutuskan sesuatu, tidak ada makhluk yang bisa mencegah atau menundanya.
- **Berdoa hanya kepada Allah**: Manusia diajarkan untuk berserah dan memohon hanya kepada Allah, bukan kepada berhala, kuburan, atau makhluk lainnya.
- **Sindaran bagi yang berharap pada selain Allah**: Sikap menggantungkan harapan kepada selain Allah adalah bentuk ketidaktahuan akan kebesaran-Nya.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**: QS. Al-Ma'arij [70]: 3
- **Terjemahan Indonesia**: β(Azab) dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik.β
- **Tafsir Kemenag** (Tafsir Resmi Kementerian Agama RI)
Ayat ini merupakan bagian dari Surah Al-Ma'arij, di mana Allah ο·» menegaskan bahwa azab yang dijanjikan kepada orang-orang yang mendustakan hari kiamat datang dari Allah *DzΔ« al-Ma'Δrij*, yaitu Allah yang memiliki tempat-tempat naik (derajat kemuliaan yang tinggi). Maksudnya, azab itu turun dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahasempurna, berdasarkan kehendak dan keputusan-Nya semata, tanpa ada makhluk yang dapat meminta atau menolaknya.
Menurut Tafsir Kemenag, penyebutan sifat ini merupakan sindiran halus bagi orang-orang musyrik yang menganggap bahwa berhala atau makhluk tertentu dapat menjadi perantara untuk menolak azab atau mengabulkan keinginan mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh an-Nadhr bin al-HΔrits. Seakan-akan mereka tidak menyadari kemuliaan dan kebesaran Allah, sehingga berani meminta kepada selain-Nya.
### Pelajaran Utama
- **Kemuliaan Allah sempurna dan tak tertandingi**: Allah *DzΔ« al-Ma'Δrij* memiliki ketinggian derajat yang tidak dapat dicapai oleh makhluk mana pun.
- **Tidak ada yang dapat menolak azab Allah**: Jika Allah telah memutuskan sesuatu, tidak ada makhluk yang bisa mencegah atau menundanya.
- **Berdoa hanya kepada Allah**: Manusia diajarkan untuk berserah dan memohon hanya kepada Allah, bukan kepada berhala, kuburan, atau makhluk lainnya.
- **Sindaran bagi yang berharap pada selain Allah**: Sikap menggantungkan harapan kepada selain Allah adalah bentuk ketidaktahuan akan kebesaran-Nya.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**: QS. Al-Ma'arij [70]: 3
- **Terjemahan Indonesia**: β(Azab) dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik.β
- **Tafsir Kemenag** (Tafsir Resmi Kementerian Agama RI)
π Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Ma'arij ayat 3
π Al-Qur'an
π Tafsir Kemenag
π€ Kecerdasan Artifisial
π Kitabmu.com