Tafsir AI
QS Ar-Rahman : 68
AI Online
Ayat Al-Qur'an
فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ
Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan bagian dari surah Ar-Raḥmān (QS. 55:68), yang menggambarkan nikmat-nikmat di dalam dua surga yang dijanjikan Allah bagi orang-orang bertakwa. Di dalamnya tersedia berbagai buah-buahan, dan secara khusus disebutkan **kurma** (*nakhlin*) dan **delima** (*rummānin*).
Menurut Tafsir Kemenag, kedua buah ini disebut secara khusus, meskipun termasuk kategori buah-buahan pada umumnya, karena:
1. **Kurma dan delima tersedia di musim gugur dan musim dingin**, sehingga keberadaannya menunjukkan kelimpahan nikmat sepanjang waktu.
2. **Kurma** dikenal sebagai buah yang tinggi gizi dan menjadi makanan pokok di tanah Arab.
3. **Delima** memiliki nilai kesehatan dan dapat dijadikan obat.
Secara konteks, ayat ini juga menjadi bagian dari ayat-ayat yang di dalamnya terdapat frase berulang **"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"** (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ), yang mengajak manusia dan jin untuk merenungkan betapa besarnya karunia Allah.
### Pelajaran Utama
- **Kelimpahan nikmat Allah di surga**: Bukan hanya bersifat rohani, tetapi juga jasmani, termasuk buah-buahan yang lezat dan bermanfaat.
- **Nilai syukur**: Nikmat Allah begitu banyak dan beragam, sehingga layak untuk disyukuri bukan didustakan.
- **Kurma dan delima sebagai simbol keseimbangan nikmat**: Menggabungkan unsur kelezatan, gizi, dan manfaat kesehatan.
- **Penghargaan terhadap alam**: Buah-buahan adalah tanda kebesaran Allah yang bisa dinikmati sejak di dunia.
### Rujukan
- **Al-Qur'an** — QS. Ar-Raḥmān [55]:68
- **Terjemahan Indonesia** — QS. Ar-Raḥmān [55]:68
- **Tafsir Kemenag** — Tafsir QS. Ar-Raḥmān [55]:68
> *Catatan: Tafsir Al-Manar, Tarjih Muhammadiyah, dan Ibnu Taimiyyah tidak tersedia pada konteks yang diberikan, sehingga tidak dirujuk.*
Ayat ini merupakan bagian dari surah Ar-Raḥmān (QS. 55:68), yang menggambarkan nikmat-nikmat di dalam dua surga yang dijanjikan Allah bagi orang-orang bertakwa. Di dalamnya tersedia berbagai buah-buahan, dan secara khusus disebutkan **kurma** (*nakhlin*) dan **delima** (*rummānin*).
Menurut Tafsir Kemenag, kedua buah ini disebut secara khusus, meskipun termasuk kategori buah-buahan pada umumnya, karena:
1. **Kurma dan delima tersedia di musim gugur dan musim dingin**, sehingga keberadaannya menunjukkan kelimpahan nikmat sepanjang waktu.
2. **Kurma** dikenal sebagai buah yang tinggi gizi dan menjadi makanan pokok di tanah Arab.
3. **Delima** memiliki nilai kesehatan dan dapat dijadikan obat.
Secara konteks, ayat ini juga menjadi bagian dari ayat-ayat yang di dalamnya terdapat frase berulang **"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"** (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ), yang mengajak manusia dan jin untuk merenungkan betapa besarnya karunia Allah.
### Pelajaran Utama
- **Kelimpahan nikmat Allah di surga**: Bukan hanya bersifat rohani, tetapi juga jasmani, termasuk buah-buahan yang lezat dan bermanfaat.
- **Nilai syukur**: Nikmat Allah begitu banyak dan beragam, sehingga layak untuk disyukuri bukan didustakan.
- **Kurma dan delima sebagai simbol keseimbangan nikmat**: Menggabungkan unsur kelezatan, gizi, dan manfaat kesehatan.
- **Penghargaan terhadap alam**: Buah-buahan adalah tanda kebesaran Allah yang bisa dinikmati sejak di dunia.
### Rujukan
- **Al-Qur'an** — QS. Ar-Raḥmān [55]:68
- **Terjemahan Indonesia** — QS. Ar-Raḥmān [55]:68
- **Tafsir Kemenag** — Tafsir QS. Ar-Raḥmān [55]:68
> *Catatan: Tafsir Al-Manar, Tarjih Muhammadiyah, dan Ibnu Taimiyyah tidak tersedia pada konteks yang diberikan, sehingga tidak dirujuk.*
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Ar-Rahman ayat 68
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com