Tafsir AI
QS Az-Zukhruf : 65
AI Online
Ayat Al-Qur'an
فَاخْتَلَفَ الْاَحْزَابُ مِنْۢ بَيْنِهِمْ ۚفَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ اَلِيْمٍ
Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat).
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menjelaskan bahwa setelah kedatangan Nabi Isa *alaihissalam*, umat manusia terpecah menjadi berbagai golongan (*al-ahzab*) yang saling berselisih pendapat tentang siapa dan apa sebenarnya Nabi Isa. Sebagian meyakini beliau sebagai nabi dan manusia suci, sebagian lain menuduhnya dengan tuduhan keji, dan setelah beliau wafat, ada yang mengklaim beliau sebagai anak Tuhan atau Tuhan sendiri, sementara sebagian lagi tetap memandangnya sebagai rasul biasa.
Perselisihan ini bukan hanya soal perbedaan keyakinan, tetapi berkembang menjadi perpecahan yang tajam, bahkan sampai terjadi peperangan antarkelompok. Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian memberikan peringatan keras: *celakalah orang-orang yang zalim*, yaitu mereka yang berpandangan menyimpang dan bertindak zalim, karena mereka akan mendapatkan azab yang sangat pedih di hari Kiamat.
### Pelajaran Utama
- **Bahaya besar perselisihan tanpa dasar ilmu**: Perpecahan umat akibat perbedaan pendapat yang tidak didasari pada petunjuk Allah akan menjerumuskan kepada kesesatan dan azab.
- **Menjauhi tindakan zalim**: Zalim bukan hanya berupa kedurhakaan kepada Allah, tetapi juga kedzaliman terhadap kebenaran, terhadap Nabi Isa sendiri, dan terhadap sesama manusia (seperti pembunuhan dan peperangan antarkelompok).
- **Larangan melampaui batas dalam mengagungkan sosok tertentu**: Menganggap manusia—betapa pun mulianya—sebagai Tuhan atau anak Tuhan adalah bentuk kezaliman terbesar yang dapat menjerumuskan ke neraka.
- **Pentingnya berpegang pada wahyu**: Perselisihan para *ahzab* (golongan) terkait erat dengan meninggalkan atau menyelewengkan wahyu Allah, sehingga kunci keselamatan adalah kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah yang shahih.
- **Peringatan akan azab akhirat**: Azab yang dimaksud adalah azab yang "pedih" (*alim*), menunjukkan sifat siksaan di akhirat yang luar biasa dahsyatnya bagi mereka yang tetap dalam kezaliman.
### Rujukan
- Al-Qur'an, QS. Az-Zukhruf [43]: 65
- Terjemahan Indonesia (konteks ayat)
- Tafsir Kemenag (konteks ayat)
Ayat ini menjelaskan bahwa setelah kedatangan Nabi Isa *alaihissalam*, umat manusia terpecah menjadi berbagai golongan (*al-ahzab*) yang saling berselisih pendapat tentang siapa dan apa sebenarnya Nabi Isa. Sebagian meyakini beliau sebagai nabi dan manusia suci, sebagian lain menuduhnya dengan tuduhan keji, dan setelah beliau wafat, ada yang mengklaim beliau sebagai anak Tuhan atau Tuhan sendiri, sementara sebagian lagi tetap memandangnya sebagai rasul biasa.
Perselisihan ini bukan hanya soal perbedaan keyakinan, tetapi berkembang menjadi perpecahan yang tajam, bahkan sampai terjadi peperangan antarkelompok. Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian memberikan peringatan keras: *celakalah orang-orang yang zalim*, yaitu mereka yang berpandangan menyimpang dan bertindak zalim, karena mereka akan mendapatkan azab yang sangat pedih di hari Kiamat.
### Pelajaran Utama
- **Bahaya besar perselisihan tanpa dasar ilmu**: Perpecahan umat akibat perbedaan pendapat yang tidak didasari pada petunjuk Allah akan menjerumuskan kepada kesesatan dan azab.
- **Menjauhi tindakan zalim**: Zalim bukan hanya berupa kedurhakaan kepada Allah, tetapi juga kedzaliman terhadap kebenaran, terhadap Nabi Isa sendiri, dan terhadap sesama manusia (seperti pembunuhan dan peperangan antarkelompok).
- **Larangan melampaui batas dalam mengagungkan sosok tertentu**: Menganggap manusia—betapa pun mulianya—sebagai Tuhan atau anak Tuhan adalah bentuk kezaliman terbesar yang dapat menjerumuskan ke neraka.
- **Pentingnya berpegang pada wahyu**: Perselisihan para *ahzab* (golongan) terkait erat dengan meninggalkan atau menyelewengkan wahyu Allah, sehingga kunci keselamatan adalah kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah yang shahih.
- **Peringatan akan azab akhirat**: Azab yang dimaksud adalah azab yang "pedih" (*alim*), menunjukkan sifat siksaan di akhirat yang luar biasa dahsyatnya bagi mereka yang tetap dalam kezaliman.
### Rujukan
- Al-Qur'an, QS. Az-Zukhruf [43]: 65
- Terjemahan Indonesia (konteks ayat)
- Tafsir Kemenag (konteks ayat)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Az-Zukhruf ayat 65
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com