Tafsir AI
QS Az-Zukhruf : 63
AI Online
Ayat Al-Qur'an
وَلَمَّا جَاۤءَ عِيْسٰى بِالْبَيِّنٰتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلِاُبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِيْ تَخْتَلِفُوْنَ فِيْهِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ
Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menceritakan momen ketika Nabi Isa AS datang kepada Bani Israil dengan membawa mukjizat-mukjizat yang nyata (al-bayyinat). Beliau menyampaikan tiga hal pokok dalam dakwahnya:
1. **Membawa hikmah** — yaitu ajaran tauhid yang lurus, berupa aqidah yang benar, akhlak yang mulia, dan petunjuk untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
2. **Menjelaskan sebagian yang mereka perselisihkan** — Nabi Isa hadir untuk menjernihkan perbedaan di kalangan Bani Israil, baik dalam masalah keagamaan (contohnya status hukum syaraf/lemak hewan yang sebelumnya diharamkan oleh Bani Israil atas inisiatif mereka sendiri) maupun perselisihan duniawi yang memecah belah mereka.
3. **Seruan bertakwa dan taat** — Beliau mengajak umatnya agar menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan menaati risalah yang dibawanya sebagai bukti nyata dari iman.
Menurut tafsir Kemenag, hikmah yang dibawa Nabi Isa berakar pada tauhid dan tercermin dalam perbuatan baik. Iman sejati tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan amal saleh.
---
### Pelajaran Utama
- **Tugas Nabi Isa AS** adalah menegaskan tauhid dan menjelaskan syariat yang lurus, bukan menggantikan Torah secara keseluruhan, melainkan menjernihkan penyimpangan yang terjadi.
- **Hikmah** dalam konteks ini adalah beragama secara benar — ibadah yang benar, akhlak yang mulia, dan menjauhi kemaksiatan.
- **Bertakwa** adalah bukti nyata dari iman. Iman tanpa takwa hanyalah pengakuan kosong.
- **Perselisihan** dalam urusan agama maupun dunia bisa diselesaikan dengan kembali kepada wahyu dan petunjuk Allah, bukan dengan ego kelompok.
- **Ketaatan kepada rasul** merupakan bagian integral dari ketaatan kepada Allah, karena rasul membawa wahyu yang perlu dijalankan.
- Dakwah Nabi Isa juga menunjukkan bahwa setiap nabi datang dengan misi **memperbaiki, bukan menghancurkan** — yaitu meluruskan yang bengkok dan menjernihkan yang kabur.
---
### Rujukan
- **Al-Qur'an**, QS. Az-Zukhruf (43): 63.
- **Terjemahan Indonesia** (Kementerian Agama RI).
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI).
Ayat ini menceritakan momen ketika Nabi Isa AS datang kepada Bani Israil dengan membawa mukjizat-mukjizat yang nyata (al-bayyinat). Beliau menyampaikan tiga hal pokok dalam dakwahnya:
1. **Membawa hikmah** — yaitu ajaran tauhid yang lurus, berupa aqidah yang benar, akhlak yang mulia, dan petunjuk untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
2. **Menjelaskan sebagian yang mereka perselisihkan** — Nabi Isa hadir untuk menjernihkan perbedaan di kalangan Bani Israil, baik dalam masalah keagamaan (contohnya status hukum syaraf/lemak hewan yang sebelumnya diharamkan oleh Bani Israil atas inisiatif mereka sendiri) maupun perselisihan duniawi yang memecah belah mereka.
3. **Seruan bertakwa dan taat** — Beliau mengajak umatnya agar menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan menaati risalah yang dibawanya sebagai bukti nyata dari iman.
Menurut tafsir Kemenag, hikmah yang dibawa Nabi Isa berakar pada tauhid dan tercermin dalam perbuatan baik. Iman sejati tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan amal saleh.
---
### Pelajaran Utama
- **Tugas Nabi Isa AS** adalah menegaskan tauhid dan menjelaskan syariat yang lurus, bukan menggantikan Torah secara keseluruhan, melainkan menjernihkan penyimpangan yang terjadi.
- **Hikmah** dalam konteks ini adalah beragama secara benar — ibadah yang benar, akhlak yang mulia, dan menjauhi kemaksiatan.
- **Bertakwa** adalah bukti nyata dari iman. Iman tanpa takwa hanyalah pengakuan kosong.
- **Perselisihan** dalam urusan agama maupun dunia bisa diselesaikan dengan kembali kepada wahyu dan petunjuk Allah, bukan dengan ego kelompok.
- **Ketaatan kepada rasul** merupakan bagian integral dari ketaatan kepada Allah, karena rasul membawa wahyu yang perlu dijalankan.
- Dakwah Nabi Isa juga menunjukkan bahwa setiap nabi datang dengan misi **memperbaiki, bukan menghancurkan** — yaitu meluruskan yang bengkok dan menjernihkan yang kabur.
---
### Rujukan
- **Al-Qur'an**, QS. Az-Zukhruf (43): 63.
- **Terjemahan Indonesia** (Kementerian Agama RI).
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI).
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Az-Zukhruf ayat 63
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com