Tafsir AI
QS An-Nisa' : 130
AI Online
Ayat Al-Qur'an
ΩΩΨ§ΩΩΩ ΩΩΩΨͺΩΩΩΨ±ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΨΊΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ°ΩΩ ΩΩΩΩΩΨ§ Ω
ΩΩΩΩ Ψ³ΩΨΉΩΨͺΩΩΩΫ ΩΩΩΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ°ΩΩ ΩΩΨ§Ψ³ΩΨΉΩΨ§ ΨΩΩΩΩΩΩ
ΩΨ§
Dan jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya), Mahabijaksana.
π€
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan kelanjutan dari pembahasan tentang talak (perceraian) dalam Al-Qur'an. Jika setelah berbagai upaya perdamaian dilakukan, suami istri tetap tidak bisa mempertahankan rumah tangga dan akhirnya bercerai, maka Allah menegaskan bahwa Dia akan memberi kecukupan (rezeki dan pengganti yang lebih baik) kepada masing-masing pihak dari karunia-Nya.
Ayat ini juga mengandung dua nama Allah yang menunjukkan sifat-Nya:
- **Al-Wasi' (Mahaluas)**: Karunia Allah tidak terbatas dan mencakup segala sesuatu.
- **Al-Hakim (Mahabijaksana)**: Segala ketetapan Allah pasti mengandung hikmah, termasuk di dalamnya peristiwa perceraian.
Dengan demikian, meskipun perceraian adalah sesuatu yang tidak disukai Allah, jika itu terjadi, Allah tetap menjamin kecukupan hidup bagi kedua belah pihak.
### Pelajaran Utama
- **Jangan takut menjalani perceraian karena alasan syar'i**: Jika rumah tangga sudah tidak bisa dipertahankan sesuai syariat, perceraian adalah jalan terakhir yang dibolehkan, dan Allah menjamin kecukupan masing-masing.
- **Bertawakal kepada Allah**: Setelah berusaha semaksimal mungkin, serahkan hasilnya kepada Allah. Dia yang Mahaluas karunia-Nya akan memberikan jalan keluar.
- **Perceraian bukan akhir segalanya**: Bisa jadi setelah perceraian terbuka lembaran kehidupan yang lebih baik dan lebih berkah.
- **Hikmah di balik ketetapan Allah**: Apa pun yang Allah tetapkan, termasuk perceraian, pasti mengandung hikmah meskipun belum bisa kita pahami saat itu.
- **Pasangan bukan satu-satunya sumber rezeki**: Allah-lah yang memberi rezeki, bukan solely dari pasangan.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**, QS. An-Nisa' (4): 130
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
Ayat ini merupakan kelanjutan dari pembahasan tentang talak (perceraian) dalam Al-Qur'an. Jika setelah berbagai upaya perdamaian dilakukan, suami istri tetap tidak bisa mempertahankan rumah tangga dan akhirnya bercerai, maka Allah menegaskan bahwa Dia akan memberi kecukupan (rezeki dan pengganti yang lebih baik) kepada masing-masing pihak dari karunia-Nya.
Ayat ini juga mengandung dua nama Allah yang menunjukkan sifat-Nya:
- **Al-Wasi' (Mahaluas)**: Karunia Allah tidak terbatas dan mencakup segala sesuatu.
- **Al-Hakim (Mahabijaksana)**: Segala ketetapan Allah pasti mengandung hikmah, termasuk di dalamnya peristiwa perceraian.
Dengan demikian, meskipun perceraian adalah sesuatu yang tidak disukai Allah, jika itu terjadi, Allah tetap menjamin kecukupan hidup bagi kedua belah pihak.
### Pelajaran Utama
- **Jangan takut menjalani perceraian karena alasan syar'i**: Jika rumah tangga sudah tidak bisa dipertahankan sesuai syariat, perceraian adalah jalan terakhir yang dibolehkan, dan Allah menjamin kecukupan masing-masing.
- **Bertawakal kepada Allah**: Setelah berusaha semaksimal mungkin, serahkan hasilnya kepada Allah. Dia yang Mahaluas karunia-Nya akan memberikan jalan keluar.
- **Perceraian bukan akhir segalanya**: Bisa jadi setelah perceraian terbuka lembaran kehidupan yang lebih baik dan lebih berkah.
- **Hikmah di balik ketetapan Allah**: Apa pun yang Allah tetapkan, termasuk perceraian, pasti mengandung hikmah meskipun belum bisa kita pahami saat itu.
- **Pasangan bukan satu-satunya sumber rezeki**: Allah-lah yang memberi rezeki, bukan solely dari pasangan.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**, QS. An-Nisa' (4): 130
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
π Referensi
Quran Server Kitabmu
QS An-Nisa' ayat 130
π Al-Qur'an
π Tafsir Kemenag
π€ Kecerdasan Artifisial
π Kitabmu.com