Tafsir AI
QS As-Saffat : 145
AI Online
Ayat Al-Qur'an
فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ
Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan kelanjutan dari kisah Nabi Yunus 'alaihis salam. Setelah berada di dalam perut ikan besar, Allah memerintahkan ikan tersebut untuk memuntahkan Nabi Yunus ke daratan yang tandus (Arab: al-'arā'). Nabi Yunus keluar dalam kondisi lemah dan sakit karena perjalanan yang dialaminya. Namun, sebagai bentuk kasih sayang Allah, beliau tidak dibiarkan sendirian dalam kondisi tersebut—Allah menumbuhkan pohon yaqthin (sejenis labu) untuk melindungi dan menjadi sumber makanannya.
### Pelajaran Utama
- ** Kekuatan Doa dan Taubat** : Sebelumnya, Nabi Yunus berdoa kepada Allah dengan penuh ketundukan (*dzunnuun*), menunjukkan bahwa doa dari titik lemah seorang hamba bisa menjadi pintu pertolongan Allah.
- ** Pemulihan Setelah Kesulitan** : Allah tidak membiarkan hamba-Nya terpuruk terus-menerus. Setelah masa kegelisahan dan ujian, akan ada masa pemulihan.
- ** Kasih Sayang Allah** : Meskipun Nabi Yunus sempat meninggalkan kaumnya, Allah tetap menyelamatkannya dan memberinya ketenangan di tengah kesembuhan.
- ** Makna Sabar dan Tidak Putus Asa** : Kondisi "sakit" dan "tandus" menggambarkan titik terendah, namun di sanalah biasanya rahmat Allah justru hadir.
### Rujukan
- ** Al-Quran** : QS. Ash-Shaffat (37): 145
- ** Terjemahan Indonesia** : Versi standar Kementerian Agama RI
- ** Tafsir Kemenag** : Tafsir Kementerian Agama RI
> *Catatan: Tafsir Al-Manar, Tarjih Muhammadiyah, dan Ibnu Taimiyyah tidak tersedia dalam konteks yang diberikan saat ini, sehingga tidak dirujuk.*
Ayat ini merupakan kelanjutan dari kisah Nabi Yunus 'alaihis salam. Setelah berada di dalam perut ikan besar, Allah memerintahkan ikan tersebut untuk memuntahkan Nabi Yunus ke daratan yang tandus (Arab: al-'arā'). Nabi Yunus keluar dalam kondisi lemah dan sakit karena perjalanan yang dialaminya. Namun, sebagai bentuk kasih sayang Allah, beliau tidak dibiarkan sendirian dalam kondisi tersebut—Allah menumbuhkan pohon yaqthin (sejenis labu) untuk melindungi dan menjadi sumber makanannya.
### Pelajaran Utama
- ** Kekuatan Doa dan Taubat** : Sebelumnya, Nabi Yunus berdoa kepada Allah dengan penuh ketundukan (*dzunnuun*), menunjukkan bahwa doa dari titik lemah seorang hamba bisa menjadi pintu pertolongan Allah.
- ** Pemulihan Setelah Kesulitan** : Allah tidak membiarkan hamba-Nya terpuruk terus-menerus. Setelah masa kegelisahan dan ujian, akan ada masa pemulihan.
- ** Kasih Sayang Allah** : Meskipun Nabi Yunus sempat meninggalkan kaumnya, Allah tetap menyelamatkannya dan memberinya ketenangan di tengah kesembuhan.
- ** Makna Sabar dan Tidak Putus Asa** : Kondisi "sakit" dan "tandus" menggambarkan titik terendah, namun di sanalah biasanya rahmat Allah justru hadir.
### Rujukan
- ** Al-Quran** : QS. Ash-Shaffat (37): 145
- ** Terjemahan Indonesia** : Versi standar Kementerian Agama RI
- ** Tafsir Kemenag** : Tafsir Kementerian Agama RI
> *Catatan: Tafsir Al-Manar, Tarjih Muhammadiyah, dan Ibnu Taimiyyah tidak tersedia dalam konteks yang diberikan saat ini, sehingga tidak dirujuk.*
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS As-Saffat ayat 145
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com