Tafsir AI
QS As-Saffat : 123
AI Online
Ayat Al-Qur'an
ΩΩΨ§ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΨ§Ψ³Ω ΩΩΩ
ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ
ΩΨ±ΩΨ³ΩΩΩΩΩΩΩΫ
Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.
π€
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menegaskan bahwa **Nabi Ilyas βalaihissalam adalah salah seorang rasul yang diutus oleh Allah**. Beliau diutus kepada kaum Bani Israil pada masa setelah kenabian Nabi Sulaiman, ketika kaumnya telah meninggalkan ibadah kepada Allah dan kembali menyembah berhala. Bahkan, menurut riwayat yang dinukil Imam ath-Thabari, para pemimpin Bani Israil saat itu mendukung penyembahan berhala tersebut dan menyediakan tempat khusus untuk penyembelihan hewan yang dipersembahkan kepada berhala. Karena itulah Allah mengutus Nabi Ilyas untuk mengajak mereka kembali kepada tauhid dan menyembah Allah semata.
### Pelajaran Utama
- **Pengakuan kerasulan Nabi Ilyas** menunjukkan bahwa beliau bukan tokoh biasa, melainkan utusan Allah yang membawa risalah tauhid, sebagaimana para rasul sebelumnya.
- **Umat manusia memiliki kecenderungan untuk kembali kepada penyembahan berhala** jika tidak dijaga keimanannya. Oleh karena itu, Allah senantiasa mengutus rasul untuk mengingatkan manusia.
- **Jabatan kenabian dan kerasulan adalah pilihan Allah**, bukan hasil usaha atau keinginan manusia. Nabi Ilyas diangkat menjadi rasul karena perintah dan pilihan Allah, bukan karena latar belakang keturunannya semata, meskipun beliau berasal dari keturunan Nabi Harun.
- **Peran pemimpin sangat memengaruhi akidah umat**. Ketika para raja dan pemimpin mendukung kemusyrikan, kerusakan pun meluas. Ini menjadi pelajaran tentang besarnya tanggung jawab pemimpin dalam menjaga akidah umat.
### Rujukan
- **Al-Qurβan**: QS. Ash-Shaffat [37]: 123 β *Wa inna Ilyasa laminal mursalin.*
- **Terjemahan Indonesia** (Kementerian Agama RI).
- **Tafsir Kemenag RI** (rujukan utama untuk konteks historis dan sanad nasab Nabi Ilyas menurut ath-Thabari).
Ayat ini menegaskan bahwa **Nabi Ilyas βalaihissalam adalah salah seorang rasul yang diutus oleh Allah**. Beliau diutus kepada kaum Bani Israil pada masa setelah kenabian Nabi Sulaiman, ketika kaumnya telah meninggalkan ibadah kepada Allah dan kembali menyembah berhala. Bahkan, menurut riwayat yang dinukil Imam ath-Thabari, para pemimpin Bani Israil saat itu mendukung penyembahan berhala tersebut dan menyediakan tempat khusus untuk penyembelihan hewan yang dipersembahkan kepada berhala. Karena itulah Allah mengutus Nabi Ilyas untuk mengajak mereka kembali kepada tauhid dan menyembah Allah semata.
### Pelajaran Utama
- **Pengakuan kerasulan Nabi Ilyas** menunjukkan bahwa beliau bukan tokoh biasa, melainkan utusan Allah yang membawa risalah tauhid, sebagaimana para rasul sebelumnya.
- **Umat manusia memiliki kecenderungan untuk kembali kepada penyembahan berhala** jika tidak dijaga keimanannya. Oleh karena itu, Allah senantiasa mengutus rasul untuk mengingatkan manusia.
- **Jabatan kenabian dan kerasulan adalah pilihan Allah**, bukan hasil usaha atau keinginan manusia. Nabi Ilyas diangkat menjadi rasul karena perintah dan pilihan Allah, bukan karena latar belakang keturunannya semata, meskipun beliau berasal dari keturunan Nabi Harun.
- **Peran pemimpin sangat memengaruhi akidah umat**. Ketika para raja dan pemimpin mendukung kemusyrikan, kerusakan pun meluas. Ini menjadi pelajaran tentang besarnya tanggung jawab pemimpin dalam menjaga akidah umat.
### Rujukan
- **Al-Qurβan**: QS. Ash-Shaffat [37]: 123 β *Wa inna Ilyasa laminal mursalin.*
- **Terjemahan Indonesia** (Kementerian Agama RI).
- **Tafsir Kemenag RI** (rujukan utama untuk konteks historis dan sanad nasab Nabi Ilyas menurut ath-Thabari).
π Referensi
Quran Server Kitabmu
QS As-Saffat ayat 123
π Al-Qur'an
π Tafsir Kemenag
π€ Kecerdasan Artifisial
π Kitabmu.com