Tafsir AI
QS As-Sajdah : 16
AI Online
Ayat Al-Qur'an
تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan lanjutan dari deskripsi Allah tentang sifat-sifat orang mukmin yang bertakwa. Setelah sebelumnya disebut bahwa mereka makan dan minum secukupnya, ayat ini menggambarkan tiga sifat utama mereka:
1. **Mengurangi tidur untuk beribadah**. Ungkapan *"lambung mereka jauh dari tempat tidurnya"* bermakna mereka rela meninggalkan atau mengurangi waktu tidurnya untuk melakukan salat malam (Tahajud), dzikir, dan doa kepada Allah. Sebagian mufassir menjelaskan bahwa ini merujuk pada waktu shalat Isya yang dijama' dengan shalat malam sebelum tidur, sebagaimana pula dipahami oleh Ibnu 'Abbas bahwa ayat ini mencakup seluruh bentuk ibadah baik dengan berdiri, berbaring, maupun duduk.
2. **Berdoa dengan rasa takut dan harap**. Mereka memohon kepada Allah dalam keadaan *khauf* (takut akan siksa-Nya) dan *thama'* (harap akan rahmat dan surga-Nya). Ini menunjukkan keseimbangan antara rasa takut dan harapan, sebuah akhlak tinggi dalam beribadah.
3. **Berinfak dari rezeki yang diberikan Allah**. Mereka tidak hanya mendekatkan diri secara vertikal melalui ibadah malam, tetapi juga secara horizontal dengan berbagi rezeki kepada sesama.
Dalam konteks Tafsir Kemenag, ayat ini dipahami sebagai pujian terhadap ahli salat malam. Rasulullah SAW sendiri pernah menggambarkan kepada Mu'adz bin Jabal bahwa *shalat pada pertengahan malam* adalah salah satu pintu kebaikan, dan beliau membacakan ayat ini sebagai buktinya.
### Pelajaran Utama
- **Salat malam adalah ciri orang bertakwa**. Ayat ini menunjukkan bahwa meninggalkan tidur untuk beribadah di malam hari, khususnya Tahajud, merupakan tanda keimanan yang hakiki.
- **Doa yang ideal adalah doa yang seimbang antara takut dan harap**. Takut membuat kita tidak sombong, sedangkan harap mencegah kita dari keputusasaan.
- **Ibadah harus diimbangi dengan kepedulian sosial**. Mendekatkan diri kepada Allah tidak boleh melupakan kewajiban berbagi rezeki dengan sesama.
- **Ibadah malam memberi kekuatan jiwa**. Sebagaimana ditegaskan dalam Surah al-Muzzammil/73: 1-6, bangun malam lebih kuat mengisi jiwa dan bacaan lebih berkesan.
### Rujukan
- Al-Qur'an (Surah As-Sajdah/32: 16)
- Tafsir Kemenag
- Hadis riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Abu Dawud, dan ath-Thabrani (melalui Mu'adz bin Jabal)
- Atsar Ibnu 'Abbas riwayat Ibnu Jarir ath-Thabari
Ayat ini merupakan lanjutan dari deskripsi Allah tentang sifat-sifat orang mukmin yang bertakwa. Setelah sebelumnya disebut bahwa mereka makan dan minum secukupnya, ayat ini menggambarkan tiga sifat utama mereka:
1. **Mengurangi tidur untuk beribadah**. Ungkapan *"lambung mereka jauh dari tempat tidurnya"* bermakna mereka rela meninggalkan atau mengurangi waktu tidurnya untuk melakukan salat malam (Tahajud), dzikir, dan doa kepada Allah. Sebagian mufassir menjelaskan bahwa ini merujuk pada waktu shalat Isya yang dijama' dengan shalat malam sebelum tidur, sebagaimana pula dipahami oleh Ibnu 'Abbas bahwa ayat ini mencakup seluruh bentuk ibadah baik dengan berdiri, berbaring, maupun duduk.
2. **Berdoa dengan rasa takut dan harap**. Mereka memohon kepada Allah dalam keadaan *khauf* (takut akan siksa-Nya) dan *thama'* (harap akan rahmat dan surga-Nya). Ini menunjukkan keseimbangan antara rasa takut dan harapan, sebuah akhlak tinggi dalam beribadah.
3. **Berinfak dari rezeki yang diberikan Allah**. Mereka tidak hanya mendekatkan diri secara vertikal melalui ibadah malam, tetapi juga secara horizontal dengan berbagi rezeki kepada sesama.
Dalam konteks Tafsir Kemenag, ayat ini dipahami sebagai pujian terhadap ahli salat malam. Rasulullah SAW sendiri pernah menggambarkan kepada Mu'adz bin Jabal bahwa *shalat pada pertengahan malam* adalah salah satu pintu kebaikan, dan beliau membacakan ayat ini sebagai buktinya.
### Pelajaran Utama
- **Salat malam adalah ciri orang bertakwa**. Ayat ini menunjukkan bahwa meninggalkan tidur untuk beribadah di malam hari, khususnya Tahajud, merupakan tanda keimanan yang hakiki.
- **Doa yang ideal adalah doa yang seimbang antara takut dan harap**. Takut membuat kita tidak sombong, sedangkan harap mencegah kita dari keputusasaan.
- **Ibadah harus diimbangi dengan kepedulian sosial**. Mendekatkan diri kepada Allah tidak boleh melupakan kewajiban berbagi rezeki dengan sesama.
- **Ibadah malam memberi kekuatan jiwa**. Sebagaimana ditegaskan dalam Surah al-Muzzammil/73: 1-6, bangun malam lebih kuat mengisi jiwa dan bacaan lebih berkesan.
### Rujukan
- Al-Qur'an (Surah As-Sajdah/32: 16)
- Tafsir Kemenag
- Hadis riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Abu Dawud, dan ath-Thabrani (melalui Mu'adz bin Jabal)
- Atsar Ibnu 'Abbas riwayat Ibnu Jarir ath-Thabari
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS As-Sajdah ayat 16
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com