Tafsir AI
QS Luqman : 29
AI Online
Ayat Al-Qur'an
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۖ كُلٌّ يَّجْرِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّاَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan bagian dari Surah Luqman (31:29) yang mengajak manusia untuk merenungkan kekuasaan Allah atas alam semesta. Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam — bukan sekadar pergantian, melainkan pengaturan yang sangat presisi. Seperti dijelaskan dalam Tafsir Kemenag, pada musim panas, Allah menambah waktu siang dengan mengambil sebagian waktu malam, sehingga siang menjadi lebih panjang dan malam lebih pendek. Sebaliknya, pada musim dingin, waktu siang dipersingkat dan dimasukkan ke dalam waktu malam. Semua ini tetap berlangsung dalam satu siklus 24 jam yang tidak berubah.
Selain itu, Allah menundukkan matahari dan bulan, yang masing-masing beredar dalam orbitnya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan-Nya, hingga mencapai waktu yang sudah ditentukan. Fenomena ini terjadi karena Allah memiringkan letak bumi di garis lintang 23½ derajat (sebagagaimana dikenal dalam ilmu falak), yang menyebabkan perbedaan panjang pendeknya siang dan malam di berbagai belahan bumi.
Pada akhir ayat, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya — baik yang baik maupun yang bur
Ayat ini merupakan bagian dari Surah Luqman (31:29) yang mengajak manusia untuk merenungkan kekuasaan Allah atas alam semesta. Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam — bukan sekadar pergantian, melainkan pengaturan yang sangat presisi. Seperti dijelaskan dalam Tafsir Kemenag, pada musim panas, Allah menambah waktu siang dengan mengambil sebagian waktu malam, sehingga siang menjadi lebih panjang dan malam lebih pendek. Sebaliknya, pada musim dingin, waktu siang dipersingkat dan dimasukkan ke dalam waktu malam. Semua ini tetap berlangsung dalam satu siklus 24 jam yang tidak berubah.
Selain itu, Allah menundukkan matahari dan bulan, yang masing-masing beredar dalam orbitnya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan-Nya, hingga mencapai waktu yang sudah ditentukan. Fenomena ini terjadi karena Allah memiringkan letak bumi di garis lintang 23½ derajat (sebagagaimana dikenal dalam ilmu falak), yang menyebabkan perbedaan panjang pendeknya siang dan malam di berbagai belahan bumi.
Pada akhir ayat, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya — baik yang baik maupun yang bur
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Luqman ayat 29
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com