Tafsir AI
QS Ali 'Imran : 45
AI Online
Ayat Al-Qur'an
اِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُۖ اسْمُهُ الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيْهًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ
(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (fir-man) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menceritakan peristiwa ketika para malaikat menyampaikan kabar gembira kepada Maryam tentang kelahiran seorang putra yang bernama Al-Masih Isa putra Maryam. Penyebutan Isa sebagai *kalimatullah* (kalimat dari Allah) merujuk pada proses penciptaannya yang unik, yaitu melalui perintah Allah "Jadilah" (*kun*), sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran/3: 59.
Gelar *Al-Masih* yang disandang Nabi Isa merujuk kepada posisi dan kedudukannya yang mulia. Dalam tradisi Bani Israil, penyebutan ini mengandung makna sucinya beliau dan kedudukannya yang tinggi di sisi Allah. Beliau dinisbatkan kepada ibunya (*Ibnu Maryam*) karena lahir tanpa ayah, sehingga beliau dikenal melalui sosok ibunya.
Nabi Isa memiliki kedudukan yang *terkemuka di dunia* karena pengaruhnya yang tetap terasa sepanjang sejarah, dakwahnya yang membawa perbaikan, dan pengorbanan beliau yang diagungkan oleh umat beriman. Beliau juga *terkemuka di akhirat* karena dekat dengan Allah dan termasuk golongan yang dimuliakan (*al-muqarrabin*).
### Pelajaran Utama
- **Kemuliaan Nabi Isa a.s.** disandang melalui kedekatan beliau kepada Allah, bukan melalui kekuasaan duniawi. Kemuliaan sejati adalah yang berpahala di akhirat.
- **Maryam menerima kabar gembira** dari malaikat, menunjukkan bahwa beliau dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan nabi yang agung.
- **Kelahiran Isa a.s. yang unik** melalui perintah Allah menjadi salah satu tanda kebesaran Allah.
- **Kemuliaan hakiki** adalah yang berakar dari ketakwaan dan kedekatan kepada Allah, bukan dari pangkat atau kekuasaan.
- **Manhaj Tarjih Muhammadiyah** mengakui kerasulan Nabi Isa a.s. sebagai nabi dan rasul Allah, sebagaimana para nabi dan rasul lainnya, namun tidak membenarkan konsep ketuhanan Isa yang diyakini oleh sebagian pemeluk agama lain.
### Rujukan
- Al-Quran, QS. Ali Imran/3: 45
- Terjemahan Indonesia
- Tafsir Kemenag (Tafsir Kementerian Agama RI)
Ayat ini menceritakan peristiwa ketika para malaikat menyampaikan kabar gembira kepada Maryam tentang kelahiran seorang putra yang bernama Al-Masih Isa putra Maryam. Penyebutan Isa sebagai *kalimatullah* (kalimat dari Allah) merujuk pada proses penciptaannya yang unik, yaitu melalui perintah Allah "Jadilah" (*kun*), sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran/3: 59.
Gelar *Al-Masih* yang disandang Nabi Isa merujuk kepada posisi dan kedudukannya yang mulia. Dalam tradisi Bani Israil, penyebutan ini mengandung makna sucinya beliau dan kedudukannya yang tinggi di sisi Allah. Beliau dinisbatkan kepada ibunya (*Ibnu Maryam*) karena lahir tanpa ayah, sehingga beliau dikenal melalui sosok ibunya.
Nabi Isa memiliki kedudukan yang *terkemuka di dunia* karena pengaruhnya yang tetap terasa sepanjang sejarah, dakwahnya yang membawa perbaikan, dan pengorbanan beliau yang diagungkan oleh umat beriman. Beliau juga *terkemuka di akhirat* karena dekat dengan Allah dan termasuk golongan yang dimuliakan (*al-muqarrabin*).
### Pelajaran Utama
- **Kemuliaan Nabi Isa a.s.** disandang melalui kedekatan beliau kepada Allah, bukan melalui kekuasaan duniawi. Kemuliaan sejati adalah yang berpahala di akhirat.
- **Maryam menerima kabar gembira** dari malaikat, menunjukkan bahwa beliau dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan nabi yang agung.
- **Kelahiran Isa a.s. yang unik** melalui perintah Allah menjadi salah satu tanda kebesaran Allah.
- **Kemuliaan hakiki** adalah yang berakar dari ketakwaan dan kedekatan kepada Allah, bukan dari pangkat atau kekuasaan.
- **Manhaj Tarjih Muhammadiyah** mengakui kerasulan Nabi Isa a.s. sebagai nabi dan rasul Allah, sebagaimana para nabi dan rasul lainnya, namun tidak membenarkan konsep ketuhanan Isa yang diyakini oleh sebagian pemeluk agama lain.
### Rujukan
- Al-Quran, QS. Ali Imran/3: 45
- Terjemahan Indonesia
- Tafsir Kemenag (Tafsir Kementerian Agama RI)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Ali 'Imran ayat 45
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com