Tafsir AI
QS Al-'Ankabut : 66
AI Online
Ayat Al-Qur'an
ΩΩΩΩΩΩΩΩΨ±ΩΩΩΨ§ Ψ¨ΩΩ
ΩΨ§Ω Ψ§Ω°ΨͺΩΩΩΩΩ°ΩΩΩ
ΩΫ ΩΩΩΩΩΩΨͺΩΩ
ΩΨͺΩΩΨΉΩΩΩΨ§Ϋ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ ΩΩΨΉΩΩΩΩ
ΩΩΩΩΩ
biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silakan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
π€
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan kelanjutan dari peringatan Allah kepada kaum musyrik. Setelah diselamatkan dari bencana (seperti peristiwa tenggelamnya kapal yang disinggung pada ayat sebelumnya), mereka kembali mengingkari nikmat Allah dan memilih hidup dalam kemaksiatan. Dengan nada ancaman, Allah berfirman bahwa pada akhirnya mereka akan menyesali perbuatan itu, namun ketika azab datang, pintu tobat telah tertutup.
### Pelajaran Utama
- **Nikmat keselamatan bukan jaminan untuk terus berada di jalan benar.** Justru setelah diselamatkan, mereka kembali musyrikβini menunjukkan bahwa kekufuran sudah mengakar dalam jiwa mereka.
- **Hidup bersenang-senang dalam kekafiran adalah pilihan yang sia-sia.** Kesenangan duniawi tanpa iman hanya menunda kesudahan yang pedih.
- **Ada batas waktu untuk tobat.** Ayat ini mengandung isyarat bahwa ketika azab benar-benar tiba, kesempatan untuk kembali kepada Allah sudah tidak ada lagi.
- **Tanda-tanda kebesaran Allah seharusnya menguatkan iman, bukan menambah keingkaran.** Ini menjadi cermin bagi siapa saja yang diberi kesempatan kedua namun tidak mensyukurinya.
- **Manhaj Muhammadiyah** menekankan bahwa ayat ini menjadi peringatan keras: manusia yang sudah diselamatkan dari bahaya lalu kembali durhaka berarti sengaja memilih jalan yang menyesatkan dirinya sendiri. Sikap tarjih Muhammadiyah menilai pengingkaran terhadap nikmat Allah sebagai bentuk kekufuran yang sangat berbahaya.
### Rujukan
- Tafsir Kemenag
- Terjemahan Al-Quran (Kementerian Agama RI)
Ayat ini merupakan kelanjutan dari peringatan Allah kepada kaum musyrik. Setelah diselamatkan dari bencana (seperti peristiwa tenggelamnya kapal yang disinggung pada ayat sebelumnya), mereka kembali mengingkari nikmat Allah dan memilih hidup dalam kemaksiatan. Dengan nada ancaman, Allah berfirman bahwa pada akhirnya mereka akan menyesali perbuatan itu, namun ketika azab datang, pintu tobat telah tertutup.
### Pelajaran Utama
- **Nikmat keselamatan bukan jaminan untuk terus berada di jalan benar.** Justru setelah diselamatkan, mereka kembali musyrikβini menunjukkan bahwa kekufuran sudah mengakar dalam jiwa mereka.
- **Hidup bersenang-senang dalam kekafiran adalah pilihan yang sia-sia.** Kesenangan duniawi tanpa iman hanya menunda kesudahan yang pedih.
- **Ada batas waktu untuk tobat.** Ayat ini mengandung isyarat bahwa ketika azab benar-benar tiba, kesempatan untuk kembali kepada Allah sudah tidak ada lagi.
- **Tanda-tanda kebesaran Allah seharusnya menguatkan iman, bukan menambah keingkaran.** Ini menjadi cermin bagi siapa saja yang diberi kesempatan kedua namun tidak mensyukurinya.
- **Manhaj Muhammadiyah** menekankan bahwa ayat ini menjadi peringatan keras: manusia yang sudah diselamatkan dari bahaya lalu kembali durhaka berarti sengaja memilih jalan yang menyesatkan dirinya sendiri. Sikap tarjih Muhammadiyah menilai pengingkaran terhadap nikmat Allah sebagai bentuk kekufuran yang sangat berbahaya.
### Rujukan
- Tafsir Kemenag
- Terjemahan Al-Quran (Kementerian Agama RI)
π Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-'Ankabut ayat 66
π Al-Qur'an
π Tafsir Kemenag
π€ Kecerdasan Artifisial
π Kitabmu.com