Tafsir AI
QS Al-Qasas : 84
AI Online
Ayat Al-Qur'an
مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيْرٌ مِّنْهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ اِلَّا مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menjelaskan prinsip keadilan dan kemurahan Allah di hari kiamat. Barangsiapa datang dengan membawa satu kebaikan, maka ia akan mendapat balasan yang lebih baik dari apa yang ia kerjakan. Artinya, setiap amal saleh tidak akan sia-sia, bahkan dilipatgandakan sebagai karunia Allah.
Sebaliknya, barangsiapa datang dengan membawa kejahatan, maka ia hanya akan dibalas setimpal dengan apa yang pernah ia kerjakan — tidak ditambah, tidak dikurangi. Ini menunjukkan bahwa Allah Maha Adil: kebaikan diberi ganjaran berlipat, sementara dosa dibalas sesuai kadar perbuatannya.
### Pelajaran Utama
- **Setiap kebaikan bernilai besar di sisi Allah.** Satu amal saleh bisa dibalas dengan pahala yang jauh lebih besar, bahkan berlipat ganda.
- **Adil bukan berarti setara.** Allah memberikan "lebih baik" bagi yang berbuat baik, dan "setimpal" bagi yang berbuat jahat — adil sekaligus murah hati.
- **Balasan sesuai perbuatan.** Tidak ada yang dizalimi; setiap orang menuai hasil dari apa yang ia tanam sendiri.
- **Semangat untuk berbuat baik.** Ayat ini menjadi motivasi untuk terus melakukan kebaikan sekecil apa pun, karena di sisi Allah nilainya bisa sangat besar.
### Rujukan
- **Al-Quran:** QS. Al-Qasas / An-Naml (rujukan silang dari tafsir Kemenag): QS. An-Naml/27: 90
- **Tafsir Kemenag:** Penjelasan tentang ganjaran yang dilipatgandakan untuk kebaikan, dan balasan setimpal untuk kejahatan.
- **Hadis Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas:** Hadis tentang niat kebaikan yang belum terkerjakan tetap dicatat sebagai satu kebaikan sempurna, dan amal kebaikan yang terkerjakan dilipatgandakan sampai tujuh ratus kali lipat atau lebih.
Ayat ini menjelaskan prinsip keadilan dan kemurahan Allah di hari kiamat. Barangsiapa datang dengan membawa satu kebaikan, maka ia akan mendapat balasan yang lebih baik dari apa yang ia kerjakan. Artinya, setiap amal saleh tidak akan sia-sia, bahkan dilipatgandakan sebagai karunia Allah.
Sebaliknya, barangsiapa datang dengan membawa kejahatan, maka ia hanya akan dibalas setimpal dengan apa yang pernah ia kerjakan — tidak ditambah, tidak dikurangi. Ini menunjukkan bahwa Allah Maha Adil: kebaikan diberi ganjaran berlipat, sementara dosa dibalas sesuai kadar perbuatannya.
### Pelajaran Utama
- **Setiap kebaikan bernilai besar di sisi Allah.** Satu amal saleh bisa dibalas dengan pahala yang jauh lebih besar, bahkan berlipat ganda.
- **Adil bukan berarti setara.** Allah memberikan "lebih baik" bagi yang berbuat baik, dan "setimpal" bagi yang berbuat jahat — adil sekaligus murah hati.
- **Balasan sesuai perbuatan.** Tidak ada yang dizalimi; setiap orang menuai hasil dari apa yang ia tanam sendiri.
- **Semangat untuk berbuat baik.** Ayat ini menjadi motivasi untuk terus melakukan kebaikan sekecil apa pun, karena di sisi Allah nilainya bisa sangat besar.
### Rujukan
- **Al-Quran:** QS. Al-Qasas / An-Naml (rujukan silang dari tafsir Kemenag): QS. An-Naml/27: 90
- **Tafsir Kemenag:** Penjelasan tentang ganjaran yang dilipatgandakan untuk kebaikan, dan balasan setimpal untuk kejahatan.
- **Hadis Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas:** Hadis tentang niat kebaikan yang belum terkerjakan tetap dicatat sebagai satu kebaikan sempurna, dan amal kebaikan yang terkerjakan dilipatgandakan sampai tujuh ratus kali lipat atau lebih.
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Qasas ayat 84
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com