Tafsir AI
QS Al-Qasas : 64
AI Online
Ayat Al-Qur'an
وَقِيْلَ ادْعُوْا شُرَكَاۤءَكُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَهُمْ ۗوَرَاَوُا الْعَذَابَۚ لَوْ اَنَّهُمْ كَانُوْا يَهْتَدُوْنَ
Dan dikatakan (kepada mereka), “Serulah sekutu-sekutumu,” lalu mereka menyerunya, tetapi yang diseru tidak menyambutnya, dan mereka melihat azab. (Mereka itu berkeinginan) sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menggambarkan keadaan orang-orang musyrik di akhirat ketika mereka menghadapi azab. Mereka diminta untuk memanggil sekutu-sekutu atau tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah, berharap agar sembahan-sembahan itu dapat menyelamatkan mereka. Namun, berhala-berhala dan tuhan-tuhan palsu itu sama sekali tidak mampu memberikan respons atau pertolongan.
Dalam kondisi tersebut, mereka baru menyadari kebenaran bahwa selama hidup di dunia mereka telah tersesat. Mereka penuh penyesalan dan berharap—meskipun terlambat—sekiranya dahulu mereka mau menerima petunjuk dan beriman kepada Allah. Namun, keinginan itu sudah tidak berguna lagi karena kesempatan itu telah berlalu.
### Pelajaran Utama
- **Kepastian bahwa berhala dan tuhan palsu tidak berdaya:** Sekutu-sekutu yang disembah selain Allah tidak memiliki kekuasaan apa pun, apalagi untuk menyelamatkan penyembahnya dari azab.
- **Kesadaran yang datang terlambat:** Penyesalan di akhirat tidak lagi berguna, karena kesempatan beriman dan bertobat hanya ada di dunia.
- **Pentingnya menerima petunjuk sejak dini:** Petunjuk Allah harus dicari dan diamalkan dalam kehidupan sekarang, sebelum tiba waktu yang tidak lagi memberi kesempatan.
- **Tauhid sebagai satu-satunya jalan kebenaran:** Menyekutukan Allah adalah kesesatan yang berakibat fatal, sedangkan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah adalah jalan keselamatan.
### Rujukan
- Al-Qur’an, Surah al-Qaṣaṣ/28: 64
- Tafsir Kemenag (Kementerian Agama RI)
Ayat ini menggambarkan keadaan orang-orang musyrik di akhirat ketika mereka menghadapi azab. Mereka diminta untuk memanggil sekutu-sekutu atau tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah, berharap agar sembahan-sembahan itu dapat menyelamatkan mereka. Namun, berhala-berhala dan tuhan-tuhan palsu itu sama sekali tidak mampu memberikan respons atau pertolongan.
Dalam kondisi tersebut, mereka baru menyadari kebenaran bahwa selama hidup di dunia mereka telah tersesat. Mereka penuh penyesalan dan berharap—meskipun terlambat—sekiranya dahulu mereka mau menerima petunjuk dan beriman kepada Allah. Namun, keinginan itu sudah tidak berguna lagi karena kesempatan itu telah berlalu.
### Pelajaran Utama
- **Kepastian bahwa berhala dan tuhan palsu tidak berdaya:** Sekutu-sekutu yang disembah selain Allah tidak memiliki kekuasaan apa pun, apalagi untuk menyelamatkan penyembahnya dari azab.
- **Kesadaran yang datang terlambat:** Penyesalan di akhirat tidak lagi berguna, karena kesempatan beriman dan bertobat hanya ada di dunia.
- **Pentingnya menerima petunjuk sejak dini:** Petunjuk Allah harus dicari dan diamalkan dalam kehidupan sekarang, sebelum tiba waktu yang tidak lagi memberi kesempatan.
- **Tauhid sebagai satu-satunya jalan kebenaran:** Menyekutukan Allah adalah kesesatan yang berakibat fatal, sedangkan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah adalah jalan keselamatan.
### Rujukan
- Al-Qur’an, Surah al-Qaṣaṣ/28: 64
- Tafsir Kemenag (Kementerian Agama RI)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Qasas ayat 64
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com