Tafsir AI
QS Al-Qasas : 4
AI Online
Ayat Al-Qur'an
اِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِى الْاَرْضِ وَجَعَلَ اَهْلَهَا شِيَعًا يَّسْتَضْعِفُ طَاۤىِٕفَةً مِّنْهُمْ يُذَبِّحُ اَبْنَاۤءَهُمْ وَيَسْتَحْيٖ نِسَاۤءَهُمْ ۗاِنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh, dia (Fir‘aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menceritakan kezaliman Fir'aun terhadap rakyatnya, khususnya Bani Israil. Ia berlaku sewenang-wenang, memecah belah masyarakat, menindas satu golongan, membunuh anak laki-laki mereka, serta membiarkan anak perempuan hidup. Allah menegaskan bahwa Fir'aun termasuk golongan perusak (al-mufsidīn).
Menurut Tafsir Kemenag, kebijakan Fir'aun dilatarbelakangi oleh ramalan para ahli tenung bahwa akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan meruntuhkan kekuasaannya. Namun, dibalik kekejamannya, terdapat kekuasaan Allah yang jauh lebih perkasa dan tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.
### Pelajaran Utama
- **Kezaliman tidak akan pernah menang.** Kekuasaan yang dibangun di atas penindasan, ketakutan, dan kesewenang-wenangan pada akhirnya akan runtuh, karena di atas segalanya ada kekuasaan Allah.
- **Politik pecah belah (*divide et impera*) adalah ciri tirani.** Fir'aun memecah masyarakat menjadi golongan-golongan untuk mempertahankan властиnya; cara ini bertentangan dengan nilai keadilan dalam Islam.
- *Integritas moral pemimpin sangat menentukan.* Pemerintah yang tidak berdasar keadilan dan akhlak mulia cenderung melahirkan kerusakan, sebagaimana Allah mencap Fir'aun sebagai *al-mufsidīn*.
- **Bangsa yang tertindas pasti akan bangkit.** Sejarah Bani Israil menunjukkan bahwa penindasan terhadap satu kelompok tidak dapat menghapus eksistensi mereka, bahkan menjadi sebab lahirnya pemimpin yang membebaskan mereka.
### Rujukan
- Al-Qur'an, Surat Al-Qasas (28): 4
- Terjemahan Indonesia (Kementerian Agama RI)
- Tafsir Kemenag (Kementerian Agama RI)
Ayat ini menceritakan kezaliman Fir'aun terhadap rakyatnya, khususnya Bani Israil. Ia berlaku sewenang-wenang, memecah belah masyarakat, menindas satu golongan, membunuh anak laki-laki mereka, serta membiarkan anak perempuan hidup. Allah menegaskan bahwa Fir'aun termasuk golongan perusak (al-mufsidīn).
Menurut Tafsir Kemenag, kebijakan Fir'aun dilatarbelakangi oleh ramalan para ahli tenung bahwa akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan meruntuhkan kekuasaannya. Namun, dibalik kekejamannya, terdapat kekuasaan Allah yang jauh lebih perkasa dan tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.
### Pelajaran Utama
- **Kezaliman tidak akan pernah menang.** Kekuasaan yang dibangun di atas penindasan, ketakutan, dan kesewenang-wenangan pada akhirnya akan runtuh, karena di atas segalanya ada kekuasaan Allah.
- **Politik pecah belah (*divide et impera*) adalah ciri tirani.** Fir'aun memecah masyarakat menjadi golongan-golongan untuk mempertahankan властиnya; cara ini bertentangan dengan nilai keadilan dalam Islam.
- *Integritas moral pemimpin sangat menentukan.* Pemerintah yang tidak berdasar keadilan dan akhlak mulia cenderung melahirkan kerusakan, sebagaimana Allah mencap Fir'aun sebagai *al-mufsidīn*.
- **Bangsa yang tertindas pasti akan bangkit.** Sejarah Bani Israil menunjukkan bahwa penindasan terhadap satu kelompok tidak dapat menghapus eksistensi mereka, bahkan menjadi sebab lahirnya pemimpin yang membebaskan mereka.
### Rujukan
- Al-Qur'an, Surat Al-Qasas (28): 4
- Terjemahan Indonesia (Kementerian Agama RI)
- Tafsir Kemenag (Kementerian Agama RI)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Qasas ayat 4
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com