Tafsir AI
QS An-Naml : 46
AI Online
Ayat Al-Qur'an
قَالَ يٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُوْنَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِۚ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُوْنَ اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Dia (Saleh) berkata, “Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?”
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan dialog Nabi Saleh kepada kaumnya yang durhaka. Nabi Saleh bertanya dengan nada lembut sekaligus penuh keprihatinan: mengapa mereka justru meminta agar azab (bencana) disegerakan, padahal seharusnya mereka meminta kebaikan dan kebahagiaan? Beliau juga menasihati mereka agar memohon ampunan kepada Allah, sebab pintu tobat masih terbuka. Jika mereka bertobat, bukan hanya dosa yang diampuni, tetapi mereka juga berhak mendapatkan rahmat Allah yang luas.
Dengan ungkapan "لَوْلَا تَسْتَغْفِرُوْنَ اللّٰهَ" (mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah), Nabi Saleh menunjukkan bahwa tobat adalah jalan terbaik untuk kembali kepada Allah dan meraih rahmat-Nya.
### Pelajaran Utama
- **Jangan meminta yang buruk, melainkan memohon kebaikan.** Sikap kaum Saleh yang meminta azab adalah cerminan keingkaran dan kekufuran; seorang muslim seharusnya selalu berharap pada kebaikan dan rahmat Allah.
- **Pintu tobat selalu terbuka.** Memohon ampunan (istighfar) bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kesadaran dan kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya.
- **Tobat membawa rahmat.** Dalam konteks tarjih Muhammadiyah, tobat yang diikuti dengan perbaikan sikap dan amal saleh akan menghapus dosa dan menambahkan karunia Allah, baik di dunia maupun akhirat.
- **Rasul tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan.** Nabi Saleh tetap menyerukan kebaikan meskipun kaumnya menentangnya, menunjukkan etika dakwah yang lembut dan penuh kasih.
### Rujukan
- **Al-Qur'an Surat An-Naml (27): 46**
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag**
Ayat ini merupakan dialog Nabi Saleh kepada kaumnya yang durhaka. Nabi Saleh bertanya dengan nada lembut sekaligus penuh keprihatinan: mengapa mereka justru meminta agar azab (bencana) disegerakan, padahal seharusnya mereka meminta kebaikan dan kebahagiaan? Beliau juga menasihati mereka agar memohon ampunan kepada Allah, sebab pintu tobat masih terbuka. Jika mereka bertobat, bukan hanya dosa yang diampuni, tetapi mereka juga berhak mendapatkan rahmat Allah yang luas.
Dengan ungkapan "لَوْلَا تَسْتَغْفِرُوْنَ اللّٰهَ" (mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah), Nabi Saleh menunjukkan bahwa tobat adalah jalan terbaik untuk kembali kepada Allah dan meraih rahmat-Nya.
### Pelajaran Utama
- **Jangan meminta yang buruk, melainkan memohon kebaikan.** Sikap kaum Saleh yang meminta azab adalah cerminan keingkaran dan kekufuran; seorang muslim seharusnya selalu berharap pada kebaikan dan rahmat Allah.
- **Pintu tobat selalu terbuka.** Memohon ampunan (istighfar) bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kesadaran dan kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya.
- **Tobat membawa rahmat.** Dalam konteks tarjih Muhammadiyah, tobat yang diikuti dengan perbaikan sikap dan amal saleh akan menghapus dosa dan menambahkan karunia Allah, baik di dunia maupun akhirat.
- **Rasul tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan.** Nabi Saleh tetap menyerukan kebaikan meskipun kaumnya menentangnya, menunjukkan etika dakwah yang lembut dan penuh kasih.
### Rujukan
- **Al-Qur'an Surat An-Naml (27): 46**
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag**
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS An-Naml ayat 46
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com