Tafsir AI
QS Asy-Syu'ara' : 122
AI Online
Ayat Al-Qur'an
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan pengingat dari Allah kepada Nabi Muhammad dan umatnya bahwa-Nya adalah **Al‑Aziz (The Mighty)** dan **Ar‑Rahim (The Most Merciful)**. Ayat ini muncul setelah kisah Nabi Nuh dan orang‑orang yang mengingkari, untuk menegaskan bahwa peristiwa‑peristiwa itu menjadi pelajaran: orang‑orang yang menerima seruan akan diberi kemenangan, sedangkan yang menolak akan menghadapi kehancuran, namun Allah masih memberi kesempatan bagi mereka karena sifat-Nya yang penuh belas kasihan.
### Pelajaran Utama
- **Iktibar dari sejarah**: Kisah Nuh menunjukkan bahwa penolakan terhadap ajaran rasul dapat berujung pada kehancuran, sedangkan iman dapat membawa kemenangan.
- **Kekuatan dan rahmat Allah**: Meskipun Allah berkuasa mengirimkan hukuman, Dia tetap **Maha Penyayang** dan memberi waktu bagi umat untuk bertaubat.
- **Kewajiban iman**: Kita diminta untuk menerima dan memperkuat iman pada Nabi Muhammad, karena penolakan akan mengundang nasib yang serupa dengan orang‑orang yang aiemu mengingkari.
- **Bilans pengasih**: Meskipun bersifat “The Mighty”, Allah tetap penuh **belas kasihan** kepada manusia, menunggu mereka kembali ke jalan yang benar.
### Rujukan
- **Al‑Qur’an** (Surah 11:46) – terjemahan Indonesia.
- **Tafsir Kemenag** – komentar atas ayat tersebut, menekankan pesan iktibar dan sifat‑sifat Allah yang bersifat “The Mighty, The Most Merciful”.
*Catatan: Tidak ada informasi khusus mengenai tarjih Muhammadiyah yang dapat disertakan dalam konteks ini.*
Ayat ini merupakan pengingat dari Allah kepada Nabi Muhammad dan umatnya bahwa-Nya adalah **Al‑Aziz (The Mighty)** dan **Ar‑Rahim (The Most Merciful)**. Ayat ini muncul setelah kisah Nabi Nuh dan orang‑orang yang mengingkari, untuk menegaskan bahwa peristiwa‑peristiwa itu menjadi pelajaran: orang‑orang yang menerima seruan akan diberi kemenangan, sedangkan yang menolak akan menghadapi kehancuran, namun Allah masih memberi kesempatan bagi mereka karena sifat-Nya yang penuh belas kasihan.
### Pelajaran Utama
- **Iktibar dari sejarah**: Kisah Nuh menunjukkan bahwa penolakan terhadap ajaran rasul dapat berujung pada kehancuran, sedangkan iman dapat membawa kemenangan.
- **Kekuatan dan rahmat Allah**: Meskipun Allah berkuasa mengirimkan hukuman, Dia tetap **Maha Penyayang** dan memberi waktu bagi umat untuk bertaubat.
- **Kewajiban iman**: Kita diminta untuk menerima dan memperkuat iman pada Nabi Muhammad, karena penolakan akan mengundang nasib yang serupa dengan orang‑orang yang aiemu mengingkari.
- **Bilans pengasih**: Meskipun bersifat “The Mighty”, Allah tetap penuh **belas kasihan** kepada manusia, menunggu mereka kembali ke jalan yang benar.
### Rujukan
- **Al‑Qur’an** (Surah 11:46) – terjemahan Indonesia.
- **Tafsir Kemenag** – komentar atas ayat tersebut, menekankan pesan iktibar dan sifat‑sifat Allah yang bersifat “The Mighty, The Most Merciful”.
*Catatan: Tidak ada informasi khusus mengenai tarjih Muhammadiyah yang dapat disertakan dalam konteks ini.*
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Asy-Syu'ara' ayat 122
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com