Tafsir AI
QS Al-Mu'minun : 91
AI Online
Ayat Al-Qur'an
مَا اتَّخَذَ اللّٰهُ مِنْ وَّلَدٍ وَّمَا كَانَ مَعَهٗ مِنْ اِلٰهٍ اِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ اِلٰهٍۢ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۙ
Allah tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya, (sekiranya tuhan banyak), maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan bagian dari surah Al-Mu’minun (ayat 91) yang menegaskan ketauhidan Allah. Dalam ayat ini, Allah menyatakan:
1. **Allah tidak memiliki anak** — karena Dia Mahakaya, Mahakuasa, dan Mahakekal, tidak memerlukan keturunan sebagaimana manusia.
2. **Tidak ada tuhan selain-Nya** — seandainya ada banyak tuhan, maka masing-masing akan mengklaim ciptaannya sendiri dan saling mendominasi.
3. **Mahasuci Allah** dari segala sifat dan tuduhan yang disematkan kaum musyrik kepada-Nya.
Logika ayat ini sangat rasional: jika ada banyak tuhan yang setara, maka pasti terjadi konflik kosmis, karena setiap tuhan akan mempertahankan ciptaannya. Ketiadaan konflik di alam semesta justru menjadi bukti bahwa hanya ada satu Tuhan yang Maha Esa.
---
### Pelajaran Utama
- **Menjaga Kesucian Allah (Tauhid)** — Keyakinan bahwa Allah memiliki anak atau sekutu adalah bentuk pengurangan terhadap keagungan Allah.
- **Logika Ketauhidan** — Ayat ini menggunakan argumentasi rasional bahwa mustahil ada banyak tuhan, sebab alam semesta berjalan dengan keteraturan tanpa konflik.
- **Kritik terhadap Pemikiran Musyrik** — Menyebutkan bahwa menganggap Allah seperti makhluk (yang butuh anak, butuh bantuan) adalah pikiran yang lemah.
- **Penghormatan kepada Makhluk Bernalar** — Berpikir sehat dan logis seharusnya mengantarkan manusia kepada pengesaan Allah.
- **Maha Suci Allah** — Frasa *Subhanallah* di akhir ayat menunjukkan bahwa segala tuduhan kepada Allah harus disucikan.
---
### Rujukan
- **Al-Qur’an**, QS. Al-Mu’minun [23]: 91
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag RI** (Kementerian Agama Republik Indonesia)
Ayat ini merupakan bagian dari surah Al-Mu’minun (ayat 91) yang menegaskan ketauhidan Allah. Dalam ayat ini, Allah menyatakan:
1. **Allah tidak memiliki anak** — karena Dia Mahakaya, Mahakuasa, dan Mahakekal, tidak memerlukan keturunan sebagaimana manusia.
2. **Tidak ada tuhan selain-Nya** — seandainya ada banyak tuhan, maka masing-masing akan mengklaim ciptaannya sendiri dan saling mendominasi.
3. **Mahasuci Allah** dari segala sifat dan tuduhan yang disematkan kaum musyrik kepada-Nya.
Logika ayat ini sangat rasional: jika ada banyak tuhan yang setara, maka pasti terjadi konflik kosmis, karena setiap tuhan akan mempertahankan ciptaannya. Ketiadaan konflik di alam semesta justru menjadi bukti bahwa hanya ada satu Tuhan yang Maha Esa.
---
### Pelajaran Utama
- **Menjaga Kesucian Allah (Tauhid)** — Keyakinan bahwa Allah memiliki anak atau sekutu adalah bentuk pengurangan terhadap keagungan Allah.
- **Logika Ketauhidan** — Ayat ini menggunakan argumentasi rasional bahwa mustahil ada banyak tuhan, sebab alam semesta berjalan dengan keteraturan tanpa konflik.
- **Kritik terhadap Pemikiran Musyrik** — Menyebutkan bahwa menganggap Allah seperti makhluk (yang butuh anak, butuh bantuan) adalah pikiran yang lemah.
- **Penghormatan kepada Makhluk Bernalar** — Berpikir sehat dan logis seharusnya mengantarkan manusia kepada pengesaan Allah.
- **Maha Suci Allah** — Frasa *Subhanallah* di akhir ayat menunjukkan bahwa segala tuduhan kepada Allah harus disucikan.
---
### Rujukan
- **Al-Qur’an**, QS. Al-Mu’minun [23]: 91
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag RI** (Kementerian Agama Republik Indonesia)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Mu'minun ayat 91
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com