Tafsir AI
QS Al-Mu'minun : 67
AI Online
Ayat Al-Qur'an
Ω
ΩΨ³ΩΨͺΩΩΩΨ¨ΩΨ±ΩΩΩΩΩΫ Ψ¨ΩΩΩ Ψ³Ω°Ω
ΩΨ±ΩΨ§ ΨͺΩΩΩΨ¬ΩΨ±ΩΩΩΩΩ
dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al-Qur'an) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.
π€
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menggambarkan sikap sombong orang-orang kafir terhadap Al-Qur'an. Mereka merasa lebih mulia dan tinggi, sehingga menolak ayat-ayat Allah. Di waktu malam, saat mereka bercakap-cakap santai, mereka melontarkan perkataan-perkataan keji, mencela, dan menggunjingkan Al-Qur'an serta Nabi Muhammad ο·Ί. Mereka melabeli beliau dengan tuduhan-tuduhan negatif seperti tukang sihir, penyair, atau penenung, padahal beliau adalah rasul yang membawa kebenaran.
Sikap ini lahir dari kesombongan dan keengganan menerima petunjuk, bukan dari pertimbangan akal yang sehat.
### Pelajaran Utama
- **Kesombongan menutup hati dari kebenaran.** Orang yang sudah terlanjur merasa paling mulia akan sulit menerima hidayah, meskipun bukti kebenaran sudah jelas.
- **Al-Qur'an adalah firman Allah yang harus dihormati.** Menggunjingkan, mencela, atau merendahkan Al-Qur'an adalah sikap yang sangat tidak terpuji.
- **Nabi Muhammad ο·Ί adalah rasul, bukan tokoh biasa.** Tuduhan-tuduhan negatif terhadap beliau muncul karena penolakan, bukan karena ketidakbenaran risalahnya.
- **Lingkungan pergaualan memengaruhi cara berpikir.** Obrolan malam yang diisi dengan celaan dan fitnah menggambarkan bagaimana suasana hati bisa dibentuk oleh lingkungan yang buruk.
- **Kebenaran akan menang pada akhirnya.** Meskipun manusia mencela, Allah tetap memenangkan risalah-Nya.
### Rujukan
- Tafsir Kemenag RI
- Terjemahan Al-Qur'an (QS. Al-Mu'minΕ«n [23]: 67)
Ayat ini menggambarkan sikap sombong orang-orang kafir terhadap Al-Qur'an. Mereka merasa lebih mulia dan tinggi, sehingga menolak ayat-ayat Allah. Di waktu malam, saat mereka bercakap-cakap santai, mereka melontarkan perkataan-perkataan keji, mencela, dan menggunjingkan Al-Qur'an serta Nabi Muhammad ο·Ί. Mereka melabeli beliau dengan tuduhan-tuduhan negatif seperti tukang sihir, penyair, atau penenung, padahal beliau adalah rasul yang membawa kebenaran.
Sikap ini lahir dari kesombongan dan keengganan menerima petunjuk, bukan dari pertimbangan akal yang sehat.
### Pelajaran Utama
- **Kesombongan menutup hati dari kebenaran.** Orang yang sudah terlanjur merasa paling mulia akan sulit menerima hidayah, meskipun bukti kebenaran sudah jelas.
- **Al-Qur'an adalah firman Allah yang harus dihormati.** Menggunjingkan, mencela, atau merendahkan Al-Qur'an adalah sikap yang sangat tidak terpuji.
- **Nabi Muhammad ο·Ί adalah rasul, bukan tokoh biasa.** Tuduhan-tuduhan negatif terhadap beliau muncul karena penolakan, bukan karena ketidakbenaran risalahnya.
- **Lingkungan pergaualan memengaruhi cara berpikir.** Obrolan malam yang diisi dengan celaan dan fitnah menggambarkan bagaimana suasana hati bisa dibentuk oleh lingkungan yang buruk.
- **Kebenaran akan menang pada akhirnya.** Meskipun manusia mencela, Allah tetap memenangkan risalah-Nya.
### Rujukan
- Tafsir Kemenag RI
- Terjemahan Al-Qur'an (QS. Al-Mu'minΕ«n [23]: 67)
π Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Mu'minun ayat 67
π Al-Qur'an
π Tafsir Kemenag
π€ Kecerdasan Artifisial
π Kitabmu.com