Tafsir AI
QS Al-Anbiya' : 97
AI Online
Ayat Al-Qur'an
وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَاِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ اَبْصَارُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ يٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا بَلْ كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), ”Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim.”
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menggambarkan momen menjelang datangnya **hari kebangkitan** yang dijanjikan Allah, yaitu **yaumul hisab** yang pasti terjadi. Ketika janji itu benar-benar tiba, orang-orang yang kafir terkejut hebat — mata mereka terbelalak karena tidak pernah menyangka hari itu akan datang. Mereka pun menjerit penuh penyesalan:
> *"Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang hari ini, bahkan kami termasuk orang-orang yang zalim."*
Mereka menyesal karena:
1. **Lalai (ghaflah)** — tidak pernah mempersiapkan diri selama hidup di dunia.
2. **Zalim kepada diri sendiri** — telah mendustakan peringatan Allah dan memilih jalan yang menyimpang.
Namun, penyesalan semacam ini datang **terlambat**, karena hari kiamat bukan lagi waktu untuk bertobat, melainkan waktu untuk menerima balasan.
### Pelajaran Utama
- **Hari kiamat pasti datang** — tidak ada satu pun manusia yang bisa menghindarinya.
- **Kesadaran akhirat harus dibangun sejak dini** — jangan sampai penyesalan datang saat tidak berguna lagi.
- **Lalai dari kematian dan hisab adalah bentuk kezaliman terhadap diri sendiri**, karena waktu hidup adalah modal utama untuk beramal saleh.
- **Tanda cinta kepada Allah** adalah tidak lalai dari janji-Nya, melainkan terus mengingatkan diri sendiri akan kehidupan setelah kematian.
### Rujukan
- **Al-Quran**, QS. Al-Anbiyā' (21): 97
- **Terjemahan Indonesia** (sumber: Kitabmu.com)
- **Tafsir Kemenag RI** (sumber: Kitabmu.com)
Ayat ini menggambarkan momen menjelang datangnya **hari kebangkitan** yang dijanjikan Allah, yaitu **yaumul hisab** yang pasti terjadi. Ketika janji itu benar-benar tiba, orang-orang yang kafir terkejut hebat — mata mereka terbelalak karena tidak pernah menyangka hari itu akan datang. Mereka pun menjerit penuh penyesalan:
> *"Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang hari ini, bahkan kami termasuk orang-orang yang zalim."*
Mereka menyesal karena:
1. **Lalai (ghaflah)** — tidak pernah mempersiapkan diri selama hidup di dunia.
2. **Zalim kepada diri sendiri** — telah mendustakan peringatan Allah dan memilih jalan yang menyimpang.
Namun, penyesalan semacam ini datang **terlambat**, karena hari kiamat bukan lagi waktu untuk bertobat, melainkan waktu untuk menerima balasan.
### Pelajaran Utama
- **Hari kiamat pasti datang** — tidak ada satu pun manusia yang bisa menghindarinya.
- **Kesadaran akhirat harus dibangun sejak dini** — jangan sampai penyesalan datang saat tidak berguna lagi.
- **Lalai dari kematian dan hisab adalah bentuk kezaliman terhadap diri sendiri**, karena waktu hidup adalah modal utama untuk beramal saleh.
- **Tanda cinta kepada Allah** adalah tidak lalai dari janji-Nya, melainkan terus mengingatkan diri sendiri akan kehidupan setelah kematian.
### Rujukan
- **Al-Quran**, QS. Al-Anbiyā' (21): 97
- **Terjemahan Indonesia** (sumber: Kitabmu.com)
- **Tafsir Kemenag RI** (sumber: Kitabmu.com)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Anbiya' ayat 97
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com