Tafsir AI
QS Al-Anbiya' : 73
AI Online
Ayat Al-Qur'an
وَجَعَلْنٰهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِقَامَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءَ الزَّكٰوةِۚ وَكَانُوْا لَنَا عٰبِدِيْنَ ۙ
Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini melanjutkan kisah tentang karunia Allah kepada Nabi Ibrahim AS dan keturunannya. Setelah sebelumnya disebut bahwa mereka diberi kenabian dan kitab, ayat ini menambahkan bahwa Allah menjadikan sebagian dari keturunan Ibrahim sebagai **pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Allah**.
Mereka juga menerima wahyu untuk melakukan tiga hal utama:
1. **Berbuat kebaikan** (amal saleh dalam arti luas)
2. **Mendirikan salat** (sebagai ibadah yang menegakkan hubungan dengan Allah)
3. **Menunaikan zakat** (sebagai ibadah sosial yang memperkuat hubungan dengan sesama manusia)
Dan sifat akhir yang disebutkan adalah bahwa mereka adalah **hamba-hamba Allah yang tunat dan khusyuk dalam beribadah hanya kepada-Nya**.
Menurut Tafsir Kemenag, penyebutan salat dan zakat secara khusus memiliki makna mendalam: salat mencerminkan ketaatan kepada Allah, sedangkan zakat mencerminkan kasih sayang kepada sesama manusia. Keduanya merupakan pilar yang menyeimbangkan hubungan vertikal (manusia–Allah) dan horizontal (manusia–manusia).
### Pelajaran Utama
- **Keturunan yang saleh bukan hanya beribadah personal, tetapi juga menjadi pemimpin yang mengajak manusia kepada kebaikan** dengan izin Allah. Kepemimpinan dalam Islam bersifat *rahmatan*, bukan dominasi.
- **Salat dan zakat adalah dua pilar ibadah yang saling melengkapi** — salat membentuk pribadi yang taat kepada Allah, sementara zakat membentuk pribadi yang peduli kepada sesama. Keduanya tidak bisa dipisahkan dalam konsep ibadah yang menyeluruh.
- **Beribadah dengan khusyuk dan tawadhu** merupakan ciri khas hamba Allah yang sejati. Ibadah bukan sekadar ritual, tetapi merupakan wujud penghambaan diri yang tulus.
- **Wahyu bukan hanya berisi perintah meninggalkan kemusyrikan, tetapi juga berisi ajaran amal saleh** seperti kebaikan sosial, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama — ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang holistik.
### Rujukan
- **Al-Quran** (QS. Al-Anbiyā' [21]: 73)
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
Ayat ini melanjutkan kisah tentang karunia Allah kepada Nabi Ibrahim AS dan keturunannya. Setelah sebelumnya disebut bahwa mereka diberi kenabian dan kitab, ayat ini menambahkan bahwa Allah menjadikan sebagian dari keturunan Ibrahim sebagai **pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Allah**.
Mereka juga menerima wahyu untuk melakukan tiga hal utama:
1. **Berbuat kebaikan** (amal saleh dalam arti luas)
2. **Mendirikan salat** (sebagai ibadah yang menegakkan hubungan dengan Allah)
3. **Menunaikan zakat** (sebagai ibadah sosial yang memperkuat hubungan dengan sesama manusia)
Dan sifat akhir yang disebutkan adalah bahwa mereka adalah **hamba-hamba Allah yang tunat dan khusyuk dalam beribadah hanya kepada-Nya**.
Menurut Tafsir Kemenag, penyebutan salat dan zakat secara khusus memiliki makna mendalam: salat mencerminkan ketaatan kepada Allah, sedangkan zakat mencerminkan kasih sayang kepada sesama manusia. Keduanya merupakan pilar yang menyeimbangkan hubungan vertikal (manusia–Allah) dan horizontal (manusia–manusia).
### Pelajaran Utama
- **Keturunan yang saleh bukan hanya beribadah personal, tetapi juga menjadi pemimpin yang mengajak manusia kepada kebaikan** dengan izin Allah. Kepemimpinan dalam Islam bersifat *rahmatan*, bukan dominasi.
- **Salat dan zakat adalah dua pilar ibadah yang saling melengkapi** — salat membentuk pribadi yang taat kepada Allah, sementara zakat membentuk pribadi yang peduli kepada sesama. Keduanya tidak bisa dipisahkan dalam konsep ibadah yang menyeluruh.
- **Beribadah dengan khusyuk dan tawadhu** merupakan ciri khas hamba Allah yang sejati. Ibadah bukan sekadar ritual, tetapi merupakan wujud penghambaan diri yang tulus.
- **Wahyu bukan hanya berisi perintah meninggalkan kemusyrikan, tetapi juga berisi ajaran amal saleh** seperti kebaikan sosial, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama — ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang holistik.
### Rujukan
- **Al-Quran** (QS. Al-Anbiyā' [21]: 73)
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Anbiya' ayat 73
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com