Tafsir AI

QS Al-Anbiya' : 18

AI Online
Ayat Al-Qur'an
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌۗ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُوْنَ

Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya).

🤖

Kitabmu AI

Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menggambarkan kekuasaan Allah dalam memenangkan kebenaran atas kebatilan. Bagaimanapun kuatnya kebatilan, ketika kebenaran datang, ia akan segera hancur dan lenyap, bagaikan sesuatu yang ditimpa pukulan keras sehingga musnah seketika.

Kata *yaqżifu* (melemparkan) mengandung kesan kuat dan pasti, seperti melontarkan sesuatu yang mengenai sasaran dengan dahsyat. Hal ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala secara aktif menampakkan kebenaran untuk menghadapi kebatilan.

Pada bagian akhir ayat, Allah memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang menyifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas, seperti menganggap Allah bermain-main dalam penciptaan, atau menisbahkan anak dan istri kepada-Nya. Mereka yang demikian layak mendapat kecelakaan (*al-wail*).

### Pelajaran Utama
- **Kebenaran pasti menang.** Tidak ada satu pun kebatilan yang mampu bertahan ketika kebenaran ditegakkan. Ini menjadi motivasi bagi orang beriman untuk terus berjuang di jalan Allah tanpa merasa lemah.
- **Konsistensi antara hak dan batil.** Perbedaan keduanya bukan sekadar teori, melainkan berkaitan dengan kesungguhan versus kesia-siaan. Amal yang benar adalah yang penuh kesungguhan dan bermanfaat.
- **Berhati-hati dalam Menyifati Allah.** Menetapkan sifat-sifat bagi Allah hendaknya bersumber dari wahyu (Al-Qur'an dan As-Sunnah). Mengarang-ngarang sifat Allah tanpa ilmu adalah kedzaliman yang sangat berbahaya.
- **Manhaj Tarjih Muhammadiyah** dalam hal sifat Allah berpegang pada pemahaman *Al-Ashālih* (mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah) dan *Al-Taḥqīq al-Lughawī* (memahami makna bahasa Arab yang shahih), tanpa menyerupai makhluk (*tasybīh*) dan tanpa mengingkari seluruh sifat Allah (*ta'ṭīl*).

### Rujukan
- Al-Qur'an
- Terjemahan Indonesia
- Tafsir Kemenag
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Al-Anbiya' ayat 18
📖 Al-Qur'an 📚 Tafsir Kemenag 🤖 Kecerdasan Artifisial 🕌 Kitabmu.com