Tafsir AI
QS Maryam : 3
AI Online
Ayat Al-Qur'an
اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا
(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini mengisahkan ketika Nabi Zakaria berdoa kepada Allah dengan **suara yang lembut dan tersembunyi (nidaan khafiyyan)**. Beliau tidak berteriak atau meminta dengan cara yang berlebihan, melainkan dalam keadaan khusyuk dan penuh keikhlasan di dalam mihrabnya. Doa tersebut merupakan permohonan agar Allah memberinya keturunan yang saleh yang akan melanjutkan tugas kerasulan.
Makna "nidaan khafiyyan" menunjukkan beberapa hal penting:
1. **Pelembutan suara dalam berdoa** – bukan berarti pelan secara fisik semata, tetapi lebih kepada ketulusan hati dan kekhusyukan.
2. **Menyendiri saat berdoa** – agar lebih fokus dan tidak riya'.
3. **Rendah hati (tawadhu')** – merasa dirinya lemah dan butuh pertolongan Allah.
### Pelajaran Utama
- **Berdoa dengan rendah hati dan lembut** – sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A'raf/7: 55 yang dikutip dalam tafsir Kemenag, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas dalam berdoa, termasuk berteriak-jerit.
- **Ikhlas dalam berdoa** – suasana tenang dan suara lembut mencerminkan ketulusan, sehingga doa lebih terasa khusyuk.
- **Konsentrasi saat berdoa** – menyendiri membantu menjauhkan diri dari gangguan dan menjaga kekhusyukan.
- **Tidak berlebihan dalam ibadah** – Islam mengajarkan keseimbangan; bahkan dalam berdoa pun diajarkan untuk tidak melampaui batas.
- **Doa adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah** – Nabi Zakaria adalah contoh sosok yang senantiasa bermunajat kepada Tuhannya dengan cara yang paling baik.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**: QS. Maryam/19: 3
- **Terjemahan Indonesia** (Kementerian Agama RI)
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
- **Rujukan silang**: QS. Al-A'raf/7: 55 (disebutkan dalam Tafsir Kemenag)
Ayat ini mengisahkan ketika Nabi Zakaria berdoa kepada Allah dengan **suara yang lembut dan tersembunyi (nidaan khafiyyan)**. Beliau tidak berteriak atau meminta dengan cara yang berlebihan, melainkan dalam keadaan khusyuk dan penuh keikhlasan di dalam mihrabnya. Doa tersebut merupakan permohonan agar Allah memberinya keturunan yang saleh yang akan melanjutkan tugas kerasulan.
Makna "nidaan khafiyyan" menunjukkan beberapa hal penting:
1. **Pelembutan suara dalam berdoa** – bukan berarti pelan secara fisik semata, tetapi lebih kepada ketulusan hati dan kekhusyukan.
2. **Menyendiri saat berdoa** – agar lebih fokus dan tidak riya'.
3. **Rendah hati (tawadhu')** – merasa dirinya lemah dan butuh pertolongan Allah.
### Pelajaran Utama
- **Berdoa dengan rendah hati dan lembut** – sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A'raf/7: 55 yang dikutip dalam tafsir Kemenag, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas dalam berdoa, termasuk berteriak-jerit.
- **Ikhlas dalam berdoa** – suasana tenang dan suara lembut mencerminkan ketulusan, sehingga doa lebih terasa khusyuk.
- **Konsentrasi saat berdoa** – menyendiri membantu menjauhkan diri dari gangguan dan menjaga kekhusyukan.
- **Tidak berlebihan dalam ibadah** – Islam mengajarkan keseimbangan; bahkan dalam berdoa pun diajarkan untuk tidak melampaui batas.
- **Doa adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah** – Nabi Zakaria adalah contoh sosok yang senantiasa bermunajat kepada Tuhannya dengan cara yang paling baik.
### Rujukan
- **Al-Qur'an**: QS. Maryam/19: 3
- **Terjemahan Indonesia** (Kementerian Agama RI)
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
- **Rujukan silang**: QS. Al-A'raf/7: 55 (disebutkan dalam Tafsir Kemenag)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS Maryam ayat 3
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com