Tafsir AI
QS An-Nahl : 73
AI Online
Ayat Al-Qur'an
وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِّنَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ۚ
Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka, dari langit dan bumi, dan tidak akan sanggup (berbuat apa pun).
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini merupakan teguran Allah kepada orang-orang musyrik yang menyembah berhala atau tuhan-tuhan selain Allah. Sesembahan mereka itu tidak memiliki kemampuan apa pun, baik menurunkan hujan dari langit, menumbuhkan tumbuh-tanaman di bumi, maupun memberikan rezeki dalam bentuk apa pun. Mereka adalah benda mati yang tidak berdaya, tidak bisa memberi manfaat, dan tidak bisa menolak bahaya.
Dengan demikian, ayat ini menunjukkan ketiadaan alasan logis untuk menyembah selain Allah, karena hanya Allahlah yang memiliki kuasa penuh dalam mengatur rezeki dan kehidupan di langit maupun di bumi.
### Pelajaran Utama
- **Kekuasaan mutlak milik Allah**: Hanya Allah yang kuasa memberi rezeki dari langit (hujan, cahaya matahari) dan bumi (tumbuh-tumbuhan, hasil bumi).
- **Berhala dan sesembahan selain Allah tidak berdaya**: Patung atau berhala adalah benda mati, tidak bisa memberi manfaat maupun menolak madharat.
- **Menyembah selain Allah adalah tindakan yang sia-sia**: Karena yang disembah tidak memiliki sedikit pun kemampuan untuk mengurus hamba.
- **Kecerdasan dalam beribadah**: Ibadah harus ditujukan kepada Yang Maha Kuasa, bukan kepada sesuatu yang jelas-jelas lemah dan tak berdaya.
- **Pengingat tentang keesaan Allah (Tauhid Uluhiyah)**: Mengesakan Allah dalam ibadah merupakan konsekuensi logis dari keyakinan bahwa hanya Dia yang berhak disembah.
### Rujukan
- **Al-Quran** (QS. An-Naḥl [16]: 73 — bagian ayat)
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
Ayat ini merupakan teguran Allah kepada orang-orang musyrik yang menyembah berhala atau tuhan-tuhan selain Allah. Sesembahan mereka itu tidak memiliki kemampuan apa pun, baik menurunkan hujan dari langit, menumbuhkan tumbuh-tanaman di bumi, maupun memberikan rezeki dalam bentuk apa pun. Mereka adalah benda mati yang tidak berdaya, tidak bisa memberi manfaat, dan tidak bisa menolak bahaya.
Dengan demikian, ayat ini menunjukkan ketiadaan alasan logis untuk menyembah selain Allah, karena hanya Allahlah yang memiliki kuasa penuh dalam mengatur rezeki dan kehidupan di langit maupun di bumi.
### Pelajaran Utama
- **Kekuasaan mutlak milik Allah**: Hanya Allah yang kuasa memberi rezeki dari langit (hujan, cahaya matahari) dan bumi (tumbuh-tumbuhan, hasil bumi).
- **Berhala dan sesembahan selain Allah tidak berdaya**: Patung atau berhala adalah benda mati, tidak bisa memberi manfaat maupun menolak madharat.
- **Menyembah selain Allah adalah tindakan yang sia-sia**: Karena yang disembah tidak memiliki sedikit pun kemampuan untuk mengurus hamba.
- **Kecerdasan dalam beribadah**: Ibadah harus ditujukan kepada Yang Maha Kuasa, bukan kepada sesuatu yang jelas-jelas lemah dan tak berdaya.
- **Pengingat tentang keesaan Allah (Tauhid Uluhiyah)**: Mengesakan Allah dalam ibadah merupakan konsekuensi logis dari keyakinan bahwa hanya Dia yang berhak disembah.
### Rujukan
- **Al-Quran** (QS. An-Naḥl [16]: 73 — bagian ayat)
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI)
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS An-Nahl ayat 73
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com