Tafsir AI
QS An-Nahl : 67
AI Online
Ayat Al-Qur'an
وَمِنْ ثَمَرٰتِ النَّخِيْلِ وَالْاَعْنَابِ تَتَّخِذُوْنَ مِنْهُ سَكَرًا وَّرِزْقًا حَسَنًاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti.
🤖
Kitabmu AI
Tafsir AI
### Penjelasan
Ayat ini menggambarkan buah kurma dan anggur sebagai bahan yang bisa diolah menjadi dua hal: **sakar** (minuman memabukkan) dan **rizqi hasan** (rezeki yang baik). Kata *sakar* di sini merujuk pada minuman keras, sedangkan *rizqi hasan* mencakup makanan dan minuman yang halal serta bermanfaat. Menurut riwayat Ibnu 'Abbas yang dikutip Tafsir Kemenag, *sakar* adalah minuman yang diharamkan, sedangkan *rezeki yang baik* adalah produk halal yang dapat dihasilkan dari kurma dan anggur.
Dengan demikian, ayat ini sebenarnya sudah **mengisyaratkan haramnya minuman keras** (khamr), karena hasil yang memabukkan itu disebut terpisah dari "rezeki yang baik". Artinya, tidak semua produk dari kurma dan anggur itu baik; ada yang bermanfaat dan ada yang memudaratkan. Bagian terakhir ayat menegaskan bahwa hal ini merupakan **tanda kebesaran Allah** bagi orang-orang yang mau menggunakan akalnya untuk merenungkan.
### Pelajaran Utama
- **Akal sebagai alat berpikir:** Allah memuji orang-orang yang menggunakan akalnya (*ya'qilūn*) untuk membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang memudaratkan.
- **Isyarat pengharaman khamr:** Penyebutan *sakar* secara khusus, yang dipisahkan dari *rizqi hasan*, menunjukkan bahwa minuman memabukkan bukanlah bagian dari rezeki yang baik.
- **Tidak semua yang enak itu halal:** Kurma dan anggur bisa diolah menjadi makanan halal atau minuman haram, sehingga manusia diberi tanggung jawab untuk memilih dengan bijak.
- **Tanda kebesaran Allah:** Ciptaan-Nya yang sederhana seperti buah kurma dan anggur menyimpan hikmah besar bagi yang mau memikirkan.
### Rujukan
- **Al-Quran** — QS. An-Naḥl (16): 67
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI) — riwayat Ibnu 'Abbas tentang *sakar* dan *rizqi hasan*
Ayat ini menggambarkan buah kurma dan anggur sebagai bahan yang bisa diolah menjadi dua hal: **sakar** (minuman memabukkan) dan **rizqi hasan** (rezeki yang baik). Kata *sakar* di sini merujuk pada minuman keras, sedangkan *rizqi hasan* mencakup makanan dan minuman yang halal serta bermanfaat. Menurut riwayat Ibnu 'Abbas yang dikutip Tafsir Kemenag, *sakar* adalah minuman yang diharamkan, sedangkan *rezeki yang baik* adalah produk halal yang dapat dihasilkan dari kurma dan anggur.
Dengan demikian, ayat ini sebenarnya sudah **mengisyaratkan haramnya minuman keras** (khamr), karena hasil yang memabukkan itu disebut terpisah dari "rezeki yang baik". Artinya, tidak semua produk dari kurma dan anggur itu baik; ada yang bermanfaat dan ada yang memudaratkan. Bagian terakhir ayat menegaskan bahwa hal ini merupakan **tanda kebesaran Allah** bagi orang-orang yang mau menggunakan akalnya untuk merenungkan.
### Pelajaran Utama
- **Akal sebagai alat berpikir:** Allah memuji orang-orang yang menggunakan akalnya (*ya'qilūn*) untuk membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang memudaratkan.
- **Isyarat pengharaman khamr:** Penyebutan *sakar* secara khusus, yang dipisahkan dari *rizqi hasan*, menunjukkan bahwa minuman memabukkan bukanlah bagian dari rezeki yang baik.
- **Tidak semua yang enak itu halal:** Kurma dan anggur bisa diolah menjadi makanan halal atau minuman haram, sehingga manusia diberi tanggung jawab untuk memilih dengan bijak.
- **Tanda kebesaran Allah:** Ciptaan-Nya yang sederhana seperti buah kurma dan anggur menyimpan hikmah besar bagi yang mau memikirkan.
### Rujukan
- **Al-Quran** — QS. An-Naḥl (16): 67
- **Terjemahan Indonesia**
- **Tafsir Kemenag** (Kementerian Agama RI) — riwayat Ibnu 'Abbas tentang *sakar* dan *rizqi hasan*
📚 Referensi
Quran Server Kitabmu
QS An-Nahl ayat 67
📖 Al-Qur'an
📚 Tafsir Kemenag
🤖 Kecerdasan Artifisial
🕌 Kitabmu.com